Sebuah Rumah Makan di Kota Jambi Disegel Satpol PP, Begini Kronologinya

Kompas.com - 20/01/2021, 18:30 WIB
Seorang ojek online melihat segel di pintu Rumah Makan Basuo, pada Rabu (20/1/2021) saat jam makan siang. Pada stiker segel yang dilihatnya terdapat beberapa peraturan daerah yang dilanggar RM Basuo. KOMPAS.COM/JAKA HBSeorang ojek online melihat segel di pintu Rumah Makan Basuo, pada Rabu (20/1/2021) saat jam makan siang. Pada stiker segel yang dilihatnya terdapat beberapa peraturan daerah yang dilanggar RM Basuo.

JAMBI, KOMPAS.comRumah Makan Basuo yang merupakan restoran Padang cukup dikenal di Kota Jambi, disegel karena melanggar protokol kesehatan dan beberapa aturan lainnya.

Syafrial selaku pemilik Rumah Makan Basuo enggan mengomentari penyegelan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi.

"Mudah-mudahan cepat selesai saja masalahnya," kata Syafrial saat dikonfirmasi, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 20 Januari 2021

Dia mengatakan, saat ini beberapa keluarganya sedang mengurus persoalan tersebut.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Jambi Mustari mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali memperingatkan pihak rumah makan tersebut.

"Sebelumnya sudah didenda Rp 5 juta, ternyata masih melanggar, didenda Rp 10 juta. Lalu kami beri kesempatan 1 bulan, ternyata belum juga. Lalu kita datangi mencari tahu kenapa," kata Mustari.

Baca juga: Wali Kota Jambi Tunda Sistem Belajar Tatap Muka, Ini Alasannya

Dia mengatakan, denda yang dibayarkan oleh rumah makan tersebut masuk ke kas daerah.

Menurut Mustari, saat Rumah Makan Basuo didatangi petugas pada Selasa malam, ternyata diketahui para pengunjung tidak menerapkan protokol Covid-19.

"Setelah kita lakukan pengembangan, ditemukan beberapa pelanggaran lain seperti menutup drainase dengan papan untuk keperluan parkir karyawan. Kemudian mereka memasang teralis di samping itu untuk akses mereka. Itu kan tidak boleh," kata Mustari.

Selain itu, izin usaha rumah makan juga ternyata mati selama setahun.

"Jadi kita segel sementara sampai semua izin diselesaikan, baru segel kita buka," kata dia.

Adapun pelanggaran yang dilakukan RM Basuo terkait Perda Nomor 11 Tahun 2017 tentang Jasa Umum, Perda Nomor 12 tentang Jasa Usaha, dan Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2020 tentang Protokol Covid-19.

Selain itu, Perda Nomor 3 Tahun 2016 tentang Lingkungan Hidup.

Mustari mengatakan, penyegelan ini hanya sementara.

"Sepanjang mereka kooperatif, kalau hari itu juga selesai pengurusan izin, akan kita buka segelnya," kata dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Setahun Pandemi, Cerita Para Ibu yang Berprofesi sebagai Dokter, Beban Ganda Jadi Guru hingga Urus Keluarga

Regional
Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Fakta Konflik Wali Kota Tegal dan Wakilnya, Tampil Berdua tetapi Laporan ke Polisi Tak Dicabut

Regional
Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Hamil Tua, TL Tetap Mangkal Jadi PSK, Miliki 2 Anak Balita, Suami Kabur Entah ke Mana

Regional
Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Jatim, Perajin Kulit hingga Istri adalah Seorang Guru

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X