10 Hari PPKM di Sukoharjo, 164 PKL Melanggar Jam Operasional

Kompas.com - 20/01/2021, 16:59 WIB
Tim gabungan gelar operasi yustisi penegakkan PKM di Kota Semarang, Senin (11/1/2021) malam. KOMPAS.com/Satpol PP Kota SemarangTim gabungan gelar operasi yustisi penegakkan PKM di Kota Semarang, Senin (11/1/2021) malam.

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo masih menemukan pelaku usaha yang buka melebihi jam operasional selama sepuluh hari pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Diketahui, PPKM di Sukoharjo dimulai Sabtu (9/1/2021) dan berakhir pada Senin (25/1/2021).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo Heru Indarjo mengatakan, berdasarkan data di Sukoharjo ada sebanyak 1.803 pedagang kaki lima (PKL).

Dari jumlah itu, sekitar 164 PKL ditemukan tidak taat atau melanggar jam operasional yang telah ditentukan dalam PPKM.

"Tapi setelah diingatkan mereka langsung tutup semua. Tidak ada yang engkel-engkelan (berdebat)," kata Heru saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: 1.598 Warga Semarang Kedapatan Langgar Aturan PPKM, 115 Unit Usaha Disegel

Berdasarkan surat edaran PPKM jam operasional pelaku usaha dibatasi sampai pukul 19.00 WIB.

Kemudian sampai dengan pukul 21.00 WIB, pelaku usaha hanya dapat melayani pesan antar atau dibawa pulang.

Selain melanggar jam operasional, kata Heru, dalam pelaksanaan operasi bersama kepolisian dan TNI masih menemukan warung angkringan tidak menaati protokol kesehatan.

"Ini kebanyakan di desa-desa. Di HIK banyak yang nongkrong-nongkrong terus kita bubarkan. Dari pada nongkrong dibawa pulang aja," kata dia.

Baca juga: Jika Warga Semarang Disiplin Prokes, Wali Kota Hendi akan Longgarkan PPKM

Melihat kondisi tersebut, pihaknya akan gencar melakukan operasi yustisi dari pagi hingga malam hari.

Operasi yustisi digelar dengan melibatkan unsur dari kepolisian dan TNI.

"Banyak pelanggar yang terjaring operasi yustisi. Satu titik lokasi bisa sampai 40 orang pelanggar terjaring. Mereka kebanyakan tidak pakai masker," katanya.

Bagi pelanggar yang terjaring dalam operasi yustisi dikenai sanksi denda sebesar Rp 50.000.

Jika dalam operasi kembali terjaring maka sanksinya dua kali lipat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X