Kompas.com - 20/01/2021, 16:12 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Wahyu (19) terpaksa menikahi kekasihnya berinisial LA (19) di dalam kantor Polsek Panakkukang Makassar setelah dia menyandang status tersangka kasus dugaan kekerasan. 

Panit 2 Reskrim Polsek Panakkukang Ipda Abdul Rahman mengatakan, Wahyu ditangkap bersama beberapa rekannya di Kecamatan Panakkukang, Rabu (13/1/2021) lalu atau 5 hari sebelum hari pernikahannya. 

"Yang bersangkutan pelaku pengeroyokan ditangkap kurang lebih lima hari lalu," kata Rahman kepada wartawan di Mapolsek Panakkukang, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Polisi Panggil Teman Pria Mahasiswi yang Sumpal Mulut Bayi dengan Kapur Toilet

Rahman mengatakan, penganiayaan yang dilakukan Wahyu bersama empat rekannya terjadi pada 19 Desember 2020 lalu. 

Korbannya saat itu merupakan pemuda yang ditemukan dalam luka berat di area TPU Panaikang, Makassar. Tak hanya mengeroyok, Wahyu bersama rekannya mencuri ponsel korban. 

Ponsel itu lalu dijual ke salah satu tahanan di dalam Lapas Takalar. Wahyu dan rekannya disangkakan Pasal 365 KUHP ayat 2.

"Peranannya ini dia pelaku dengan lima temannya menganiaya korban dan mengambil handphonenya lalu dijual dan mereka sempat melarikan diri," ujar Rahman. 

Baca juga: 4 Remaja Tipu Warga, Modus Minta Sumbangan Korban Gempa, Uangnya untuk Beli Minuman Keras

Rahman pun melangsungkan pernikahan di mushalla yang ada di Polsek Panakkukang. Dia mengucapkan ijab kabul di hadapan penghulu dengan lancar. 

Sang kekasih yang datang bersama keluarganya ikut bahagia. Namun karena masih dalam masa pandemi Covid-19, keluarga yang hadir hanya sedikit. Yang menjadi saksi pun hanya petugas kepolisian. 

Sementara itu Wahyu yang diwawancara tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.

Hari pernikahan ini, kata Wahyu, sudah ditetapkannya jauh hari sebelum dia ditangkap. 

Wahyu mengaku telah menjalin cinta bersama kekasihnya itu sejak kelas 2 SMA. 

"Alhamudulillah bisa menikah biar di sini karena kan biasanya tidak bisa," singkat dia. 

Setelah proses pernikahan, Wahyu kembali masuk ke dalam sel tahanan Polsek.

Sementara sang istri kembali ke rumahnya. Mereka untuk sementara waktu harus terpisah hingga proses peradilan Wahyu selesai. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Pemprov Riau Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur Rp 676,9 Juta ke Bupati Herman Suherman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.