Cari Penyebab Banjir Bandang Gunung Mas, Bupati Bogor Selidiki Kesalahan Tata Ruang

Kompas.com - 20/01/2021, 15:18 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Komplek Gunung Mas, Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat meninjau lokasi bencana banjir bandang di Komplek Gunung Mas, Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi penyebab bencana alam banjir bandang di Komplek Gunung Mas kebun teh, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ade mengaku enggan berspekulasi terkait penyebab bencana yang mengakibatkan ratusan warga di empat kampung harus mengungsi.

"Ini kan sedang diinvestigasi penyebabnya, apakah ada penggundulan atau tidak, karena kejadian banjir ini membawa material lumpur yang sangat banyak, karena kali (Cisampay) tidak dapat menampung sehingga luber kemana-mana ke rumah warga. Ini yang memang sedang diteliti, di atas penyebabnya apa," kata Ade usai meninjau lokasi bencana, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Bupati Bogor Ade Yasin: 474 Warga Diungsikan ke Pabrik dan Masjid akibat Banjir Bandang di Puncak Bogor

Menurut dia, bencana besar yang baru pertama kali terjadi di komplek Gunung Mas milik PTPN VIII itu perlu dipelajari oleh tim yang melibatkan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Hal itu diperlukan untuk mengkaji apakah terjadi erosi karena penggundulan hutan sehingga menimbulkan bencana.

Ia juga enggan menduga-duga jika kawasan berhawa dingin tersebut sering terjadi bencana karena maraknya pembangunan villa sehingga terjadi pergeseran tanah.

"Ini harus kita pelajari penyebabnya apa. Apakah ini ada kesalahan dalam pengaturan tata ruang di sini, atau apakah terjadi karena memang penggundulan (hutan) di atas, kita belum tahu penyebabnya. Jadi kita akan terus investigasi penyebab itu. Kita juga akan mengerahkan tim ahli di bidang itu. Jadi saya tidak berani sembarangan mengatakan ini akibat ini, akibat ini, kan belum ketahuan," bebernya.

Baca juga: Hujan Lebat Masih Turun dalam 3 Hari, BNPB Minta Warga Puncak Bogor Waspadai Banjir Susulan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Detik-detik Mujiburahman Terseret Banjir Bersama Mobil, Korban Parkir di Tengah Sungai Kering

Regional
Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Dinkes Banyumas Sebut Efek Samping Usai Divaksin Covid-19 merupakan Hal Wajar

Regional
Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Kakek Tunarungu yang Punya 9 Karung Uang Pernah Dirampok dan Lehernya Digorok

Regional
Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Kronologi Bocah 11 Tahun Tewas Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Meninggal Saat Dibawa ke Puskesmas

Regional
Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Hendak Pindahkan Mobil yang Diparkir di Tengah Sungai, Mantan Kades Tewas Terseret Banjir

Regional
Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Korban Kecelakaan Bawa Narkoba, Ketahuan Warga Saat Sembunyikan di Gang

Regional
Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Tak Kunjung Pulang Menggembala Sapi, Pelajar SMA Ditemukan Tewas Mengenaskan di Kebun

Regional
Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Cerita Sakirin, Jatuh ke Jurang Selama 3 Hari dan Hidup dari Air Pucuk Daun

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Jelang Pelantikan, Bupati Sidoarjo Terpilih Gus Muhdlor Minta Doa Restu Guru Saat SMA

Regional
Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Dua Pulau di Pandeglang Dilelang, Dibuka Mulai Harga Rp 1 Miliar

Regional
Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Eri Cahyadi Tak Mau Tinggal di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Ini Alasannya

Regional
Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Kasus Dugaan Pemerkosaan oleh Kepala Imigrasi Entikong Menggantung, Polisi: Masih Mencari Bukti

Regional
Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Lewat Festival Mtu Mya, Pemkab Halmahera Tengah Kembangkan Destinasi Wisata Baru

Regional
Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.500 Meter ke Barat Daya

Regional
Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Hubungannya Kian Meruncing, Wali Kota Tegal Adukan Wakilnya ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X