Pascabanjir Bandang, Agro Wisata Gunung Mas Puncak Bogor Ditutup

Kompas.com - 20/01/2021, 14:27 WIB
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membatasi relawan ke lokasi bencana di Komplek Gunung Mas, Puncak Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSatgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor membatasi relawan ke lokasi bencana di Komplek Gunung Mas, Puncak Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/1/2021).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Petugas Administrasi dan Umum PTPN VIII Kebun Gunung Mas Dedi Ruswandi mengatakan bahwa lokasi wisata agro Gunung Mas, Puncak Bogor, ditutup sementara sampai waktu yang tidak ditentukan.

Hal itu dilakukan menyusul adanya bencana banjir bandang yang menerjang empat kampung di kebun teh milik PTPN VIII, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Iya jadi untuk lokasi wisata di sini ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan," kata Dedi, Selasa (19/1/2021).

Sebab saat ini, kata dia, sebagian warga yang terdampak banjir bandang harus mengungsi ke pondok-pondok dan wisma yang ada di lokasi agro wisata tersebut.

Baca juga: Hindari Covid-19, Relawan Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak Bogor Dibatasi

Menurut dia, banjir yang disertai material lumpur akibat luapan air Kali Cisampay itu memberi dampak yang berat bagi warga di dalam komplek Gunung Mas.

"Ini karena ada fasilitas-fasilitas dan pondok di sini yang digunakan untuk pengungsi (korban banjir bandang). Kalau sampai kapan waktunya itu belum tahu, yang jelas sampai kondisi aman," ujar dia.

Dedi menambahkan bahwa ratusan warga yang mengungsi akibat banjir bandang yang terjadi pada Selasa (19/1/2021) itu merupakan keluarga karyawan pemetik kebun teh yang menempati rumah dinas di komplek Gunung Mas.

Baca juga: Detik-detik Banjir Bandang Terjang Gunung Mas Puncak Bogor, Warga Lantunkan Azan dan Takbir

Musibah banjir bandang yang terjadi di komplek Gunung Mas tersebut merupaka kejadian yang pertamakali.

Penyebabnya, kata dia, karena musibah longsor yang terjadi bulan lalu sehingga menyumbat aliran Kali Cisampay anak Sungai Ciliwung.

"Karena hujan dengan intensitas tinggi, sehingga terjadi lagi longsoran kecil yang membuat bendungan akibat meluapnya aliran Kali, yang akhirnya turun dan mengalir membawa lumpur," jelas dia.

Baca juga: Video Viral Banjir Bandang di Puncak Bogor, Warga Panik Berlarian Selamatkan Diri

Sebelumnya diberitakan, bencana banjir bandang menerjang Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Selasa (19/1/2021).

Bencana tersebut terjadi tepatnya di Komplek Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Cisarua atau di antara kebun teh milik PTPN VIII.

Bencana susulan sempat kembali terjadi dua kali karena hujan yang terus mengguyur kawasan berhawa dingin tersebut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X