686 Pengungsi Gempa Sulbar Tiba di Makassar, Dinsos Sulsel Siapkan Lokasi Penampungan

Kompas.com - 20/01/2021, 14:18 WIB
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengunjungi kediaman salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, Ricko Damianur Mahulette, Senin (11/1/2021). Humas Pemprov SulselGubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengunjungi kediaman salah satu korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak, Ricko Damianur Mahulette, Senin (11/1/2021).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Sebanyak 686 korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dievakuasi ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan, para pengungsi diangkut secara bertahap oleh pesawat milik TNI AU.

“Adapun jumlah pengungsi yang telah tiba melalui Lanud Hasanuddin sampai 19 Januari 2021 sebanyak 686 orang. Ini kita lagi buka Asrama Haji. Tapi sebagian sudah dijemput pihak keluarga,” kata Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Unhas dan UNM Bebaskan Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Sulbar

Dikatakan Nurdin, pihaknya telah menyiapkan tiga lokasi penampungan untuk korban gempa di Majene dan Mamuju.

“Saya kira itu bagus juga, kecuali yang tidak ada keluarga mau mengungsi ke sini kita siapin asrama haji, saya sudah komunikasi dengan Kanwil Kemenag Sulsel untuk itu. Termasuk bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan medis dan kesehatan," ujarnya.

Dia menambahkan, pengungsi wajib menjalani rapid test antigen sebelum memasuki tempat pengungsian.

"Jadi kita siapin klinik, bagi yang serius (positif) kita rujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Tak hanya di Asrama Haji, sebanyak 84 pengungsi ditampung di UPT Inang Matutu.

Dari jumlah itu, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dan orang dewasa 43 orang.

“Rata-rata pengungsi masih trauma, sehingga dilakukan trauma healing oleh pekerja sosial dan tim psikososial. Selain itu juga anak-anak diberikan mainan edukatif selama di penampungan. Di lokasi juga sudah dibuka dapur umum,” tuturnya

Baca juga: UPDATE Gempa Sulbar: Korban Tewas Bertambah Jadi 89, 3 Orang Masih Hilang

Terdapat juga 28 orang yang terdiri 2 orang bayi dan dewasa 26 orang ditampung di Asrama Haji Sudiang.

Kemudian ada empat orang yang berasal dari satu keluarga ditampung di Swiss-Belhotel Makassar.

“Alasan dibawa ke sana karena hasil rapid antigen reaktif. Atas saran Kadis Kesehatan Susel untuk mencegah hal yang tidak diinginkan maka diisolasi terlebih dahulu sambil menunggu jadwal untuk tes swab PCR,” terangnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X