Kompas.com - 20/01/2021, 13:25 WIB
Sejumlah pengungsi bencana tanah bergerak menaiki mobil BPBD di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, yang berada di kaki Gunung Baros Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/1/2021). KOMPAS.com/BUDIYANTOSejumlah pengungsi bencana tanah bergerak menaiki mobil BPBD di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, yang berada di kaki Gunung Baros Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (17/1/2021).

Dia menjelaskan apabila warga menyadari tentang itu, mereka dapat melakukan mitigasi bencana. Contohnya, masyarakat melakukan pengecekan terhadap saluran-saluran air apakah ada yang menyumbat atau tidak.

Warga juga bisa menggalakkan pemeriksaan tebing, dari sana bisa diketahui apakah vegetasi dan tembok penahan tanahnya masih layak. Jika terdapat retakan di tanah maupun di tembok penahannya apalagi terjadi rembesan air di sana, hal itu menandakan bisa terjadi potensi longsoran yang berbahaya.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Banjir Bandang di Puncak Bogor, Suara Teriakan hingga Warga Pingsan

"Dalam kondisi demikian khususnya ketika terjadi hujan lebat, sebaiknya masyarakat yang bermukim di sekitar tebing seperti itu melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Bagi masyarakat yang bermukim di bantaran sungai, bila tinggi muka air sungai sudah mencapai level yang membahayakan, warga segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

Pahami golden time

Dani juga mengingatkan soal golden time. Dalam golden time yang berlangsung nol sampai tiga puluh menit ketika bencana terjadi, 34 persen faktor keselamatan dari bencana bersumber dari kesiapsiagaan individu. Pengetahuan dan kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan evakuasi menjadi hal yang krusial.

Sebanyak 31 persen keselamatan bersumber dari pertolongan orang-orang terdekat, yaitu anggota keluarga yang turut memahami soal pengetahuan dan rencana kontigensi yang dilatihkan bila terjadi bencana.

Baca juga: Sudah 1,5 Bulan Tempat Penghidupan Mereka Terendam Banjir

Pertolongan komunitas, misalnya tetangga maupun teman kerja, menunjang 17 persen faktor keselamatan.

“Peran BPBD, Tim SAR, dan petugas lainnya hanya menyumbang 1,8 persen saja, karena pada saat golden time mereka tidak berada persis di tempat bencana. Dengan demikian kesiapsagaan individu, keluarga dan komunitas mutlak diperlukan dalam membangun masyarakat yang berbudaya tangguh bencana," urainya.

Penulis: Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani | Editor: Aprillia Ika

 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X