Fakta Baru Kasus Mayor Sugeng yang Dikabarkan Meninggal Usai Divaksin, Pelaku Hoaks Tersebar di Sejumlah Tempat

Kompas.com - 20/01/2021, 10:20 WIB
Foto Kasdim Gresik Sugeng Riyadi diambil Senin (18/1/2021) dalam kondisi sehat wal afiat Pendam v/BrawijayaFoto Kasdim Gresik Sugeng Riyadi diambil Senin (18/1/2021) dalam kondisi sehat wal afiat

KOMPAS.com - Kabar seorang perwira TNI di Gresik meninggal dunia usai disuntik vaksin Covid-19 Sinovac sempat menghebohkan masyarakat.

Padahal, Kasdim 0817 Gresik bernama Mayor Inf Sugeng Riyadi yang diberitakan meninggal tersebut masih hidup dan dalam kondisi sehat.

Polisi mengungkap sejumlah fakta baru terkait kasus hoaks yang menimpa Mayor Sugeng.

Baca juga: Perwira TNI Ini Kaget Jadi Korban Hoaks Meninggal Setelah Terima Vaksin

Pelaku teridentifikasi di beberapa daerah, Jatim hingga Jakarta

Ilustrasi hoaksShutterstock Ilustrasi hoaks
Polisi pun berhasil melacak para penyebar hoaks vaksin Covid-19 itu.

Teridentifikasi bahwa para pelaku berada di beberapa tempat berbeda.

"Kita sudah identifikasi dan profiling beberapa orang diduga penyebar hoaks tersebut," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko saat dikonfirmasi, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, salah satu pelaku berada di sebuah daerah di Jawa Timur.

Sejumlah pelaku lainnya berada Yogyakarta dan DKI Jakarta.

Namun polisi masih merahasiakan keberadaan pelaku secara rinci untuk alasan penyelidikan.

Baca juga: Penyebar Hoaks Mayor Sugeng Meninggal Setelah Divaksin Teridentifikasi, Ada di Jatim dan Jakarta

Ada perwira lain yang meninggal karena penyakit jantung

Kepala Penerangan Kodam V Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi menjelaskan bahwa foto yang tersebar dalam hoaks tersebut bukanlah Mayor Sugeng.

Pada hari vaksinasi pertama, Jumat (15/1/2021), memang ada perwira di jajaran Kodim 0817/Gresik yang meninggal dunia.

Dia adalah Danramil Kebomas, yakni Mayor Kav Gatot Supriyono yang meninggal dunia karena penyakit jantung,

Danramil itu juga belum pernah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Almarhum Gatot meninggal dunia pada 15 Januari 2021 pukul 23.06 WIB akibat serangan jantung. Almarhum belum pernah divaksin Covid-19. Almarhum pernah melaksanakan rapid test antigen di Poskes Gresik sehari sebelum meninggal dan hasilnya non reaktif," katanya saat dikonfirmasi, Senin (18/1/2021).

Baca juga: 7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Mayor Sugeng mengaku kaget, serahkan ke polisi

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Mengetahui dirinya dikabarkan meninggal dunia, Mayor Sugeng yang divaksin pada Jumat (15/1/2021) mengaku kaget.

"Terus terang saya juga kaget, karena informasi yang saya dapatkan memang baru tadi malam. Saat itu saya vidcon dengan komandan (Dandim 0817 Gresik) kemudian ada berita itu," ujar Sugeng, kepada awak media di Makodim 0817 Gresik, Senin (18/1/2021) sore.

Dia pun melaporkan kabar tersebut kepada pimpinan hingga kemudian ditindaklanjuti dengan laporan kepolisian.

"Pertama saya kaget, cuma ya ini sudah ditindaklanjuti oleh komandan dan pihak kepolisian. Jadi, kita serahkan saja kasusnya kepada pihak Polres (Gresik)," ucap dia.

Kondisi Sugeng sehat dan beraktivitas seperti biasa usai penyuntikan vaksin di RSUD Ibnu Sina Gresik.

"Alhamdulillah sampai dengan saat ini bisa dilihat, saya dalam keadaan sehat wal afiat dan bisa beraktivitas seperti biasanya. Mulai dari tadi pagi hingga sekarang tetap beraktivitas seperti biasa. Jadi Insya Allah aman," kata Sugeng.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Achmad Faizal, Hamzah Arfah | Editor : Robertus Belarminus, Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X