ADPPI Minta Pemerintah Segera Keluarkan Aturan Vaksinasi Mandiri

Kompas.com - 19/01/2021, 18:09 WIB
Hasanuddin Ketua Umum ADPPI (Dok Pribadi) KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANGHasanuddin Ketua Umum ADPPI (Dok Pribadi)

GARUT, KOMPAS.com – Asosiasi Daerah Penghasil Panas Bumi Indonesia ( ADPPI) mendorong pemerintah pusat segera mengeluarkan regulasi vaksinasi secara mandiri untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Kita mengapresiasi langkah Menteri Kesehatan Budi Gunawan Sadikin yang saat ini mempertimbangkan dilakukannya vaksinasi mandiri pada sektor dunia usaha,” ujar Ketua Umum ADPPI Hasanuddin saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Cerita Saksi Mata Banjir Bandang di Puncak Bogor, Suara Teriakan hingga Warga Pingsan

Hasanuddin menuturkan, vaksinasi mandiri untuk sektor dunia usaha bisa mempercepat upaya pemerintah dalam langkah pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu, vaksinasi mandiri juga mempercepat penanganan pandemi virus corona atau Covid-19.

Menurut Hasanuddin, selama masa pandemi Covid-19, sektor yang paling terpukul adalah dunia usaha.

“Pandemi ini sifatnya global, bukan lagi skala nasional. Maka tanggung jawab bukan hanya pada pemerintah, tapi juga perusahaan sebagai bagian memastikan prosedur K3 (kesejahteraan, kesehatan dan keselamatan) kerja berjalan baik,” kata dia.

Baca juga: BERITA FOTO: Banjir Bandang di Puncak Bogor

Menurut Hasanudidn, ADPPI siap membantu pemerintah menyosialisasikan kebijakan vaksinasi mandiri apabila sudah ada, kepada stakeholder industri panas bumi di daerah.

Beberapa industri ada yang bergerak di bidang pemanfaatan langsung seperti kawasan wisata air dari sumber panas bumi, hingga pemanfaatan tidak langsung untuk pembangkit listrik.

“Kami berkeyakinain ini akan mendapat dukungan dari industri panas bumi, karena sektor usaha panas bumi selama ini sangat responsif pada protokol kesehatan dari mulai tahapan 3T hingga 3M," kata dia.

Baca juga: Disebut Paling Tidak Disiplin Pakai Masker, Pangandaran Ternyata Terbaik soal Lainnya

Menurut Hasanuddin, di Kabupaten Garut ada tiga operator pembangkit listrik panas bumi yang beroperasi, yaitu di kawasan Darajat, Kamojang dan Talagabodas.

Selain itu, ada juga industri wisata pemandian air panas di Darajat yang semuanya diyakini akan responsif apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan vaksinasi mandiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X