Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dihentikan Polisi karena Tak Pakai Helm dan Masker, Pemuda Ini Ternyata Kurir Narkoba

Kompas.com - 19/01/2021, 17:48 WIB
Moh. SyafiĆ­,
Dheri Agriesta

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com - Polres Jombang, Jawa Timur, meringkus seorang kurir narkoba yang hendak mengantarkan sabu kepada pemesan saat menggelar razia masker.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Moch Mukid mengatakan, kejadian itu bermula ketika anggota Polsek Mojoagung menggelar operasi yustisi untuk meningkatkan protokol kesehatan dan mencegah penyebaran Covid-19 pada Jumat (15/1/2021).

Operasi yustisi itu fokus menindak masyarakat yang tak memakai masker di Jalan Raya Surabaya-Jombang, tepatnya di depan Mapolsek Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Selama razia, kata Mukid, petugas menghentikan pengendara yang tak memakai masker atau helm.

Di tengah razia, polisi mendapati seorang pemuda yang tak memakai helm dan masker. Polisi pun menghentikan pemuda itu.

Baca juga: 4 Narapidana Diringkus Setelah Pesta Sabu di Lapas, Begini Modus Pelaku Dapatkan Narkoba

Setelah digiring ke pinggir jalan, polisi memeriksa barang bawaan pemuda tersebut.

Ternyata polisi mendapati narkoba jenis sabu yang disimpan dalam bungkus rokok berwarna merah.

Sabu dengan berat total 2,44 gram itu dikemas menjadi sembilan paket yang dimasukkan ke dalam kemasan plastik.

"Dia dihentikan karena tidak memakai helm dan masker. Waktu diperiksa, ternyata ada sabu-sabu dalam bungkus rokok yang dibawanya," kata Mukid kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

 

Pemuda berusia 17 tahun itu lalu digelandang ke Mapolsek Mojoagung untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Pemuda berinisial FK itu tinggal di Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Ia mengaku hendak mengantarkan pesanan pembeli di Kabupaten Jombang.

FK memperoleh sabu itu dari seorang bandar narkoba yang tinggal di Kabupaten Mojokerto.

Baca juga: Gubernur NTT Viktor Laiskodat Masih Diisolasi di RSPAD Jakarta, Wagub Sudah Negatif Covid-19

"Dia disuruh bandar (narkoba) di Mojokerto. Datanya (bandar) sudah kita kantongi dan sudah kita tetapkan sebagai DPO," ujar Mukid.

Untuk penyelidikan dan pengembangan kasus, FK ditahan di Mapolsek Mojoagung dan ditetapkan sebagai tersangka.

Atas perbuatannya, FK dijerat dengan Pasal 114 (1) juncto pasal 112 (1) juncto Pasal 127 (1) huruf a, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com