Kompas.com - 19/01/2021, 16:30 WIB
Warga Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun menderita karena banjir tak kunjung surut sejak 1,5 bulan yang lalu. Puluhan rumah terendam dan sejumlah warga sudah mulai meninggalkan rumahnya. KOMPAS.com/DEWANTOROWarga Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun menderita karena banjir tak kunjung surut sejak 1,5 bulan yang lalu. Puluhan rumah terendam dan sejumlah warga sudah mulai meninggalkan rumahnya.

MEDAN, KOMPAS.com - Namanya Gus (66), warga Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun. Pada Selasa (19/1/2021) siang dia berjalan melipir sambil menenteng sandal di tangan kirinya.

Sedangkan tangan kanan digunakannya berpegangan pada pagar-pagar rumah tetangga. Banjir merendam sekitar 60 - 70 rumah di tempat tersebut sejak 1,5 bulan yang lalu, dan tak pernah surut kering.

"(Kami) mohon pengertian pemerintah, sudah 1,5 bulan merana. Kek gini aja keadaan kami. Sama siapa kami mengadu. Di sini ada 60 - 70 rumah. Ada ratusan kepala keluarga dan sudah banyak yang pindah dari sini," katanya dengan suara berat hendak menangis saat ditemui Kompas.com. 

Baca juga: Cerita Saksi Dahsyatnya Banjir Medan: Awalnya Gerimis, dalam 15 Menit Banjir Sudah 2 Meter

Resah 1,5 bulan banjir tak juga surut

Gus (66), warga Gang Subur Lama, menunjukkan ketinggian banjir yang menggenangi rumahnya sejak 1,5 bulan yang lalu. Puluhan rumah terendam dan warga mulai pindah.KOMPAS.com/DEWANTORO Gus (66), warga Gang Subur Lama, menunjukkan ketinggian banjir yang menggenangi rumahnya sejak 1,5 bulan yang lalu. Puluhan rumah terendam dan warga mulai pindah.
Dikatakannya, banjir ini bermula dari 1,5 bulan yang lalu dan tak pernah surut. Gus yang sudah tinggal di tempat tersebut sejak 41 tahun yang lalu itu menjelaskan, banjir yang terjadi pada awal Januari menurutnya adalah siklus 10 tahunan.

Dia membandingkan kejadian pada 13 Januari 2011, banjir bandang Sungai Deli membuat warga harus mengungsi ke tempat yang lebih tinggi selama 3 hari.

Kali ini, warga benar-benar resah karena selama 1,5 bulan airnya tak kunjung surut.

Tampak beberapa becak motor untuk berjualan batagor mangkrak di sudut dan di pinggir gang, bersebelahan dengan sofa dan sampah yang berserakan.

Rumah makan Minang dan ayam penyet pun tak lagi buka. Begitu juga kedai minuman anak-anak di sebelahnya.  

Baca juga: Cerita Korban Banjir Medan, Tak Sangka Bisa Lintasi Banjir Setinggi Dada, Padahal Gendong 2 Anak

Warga terpaksa pindah, yang bertahan banyak yang sakit

Warga Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun menderita karena banjir tak kunjung surut sejak 1,5 bulan yang lalu.KOMPAS.COM/DEWANTORO Warga Gang Subur Lama, Lingkungan 16 - 17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun menderita karena banjir tak kunjung surut sejak 1,5 bulan yang lalu.
Warga yang mengontrak terpaksa pindah dan pemilik rumah terpaksa menyewa di tempat lain yang lebih aman. Sejumlah rumah ditinggalkan kosong oleh penghuninya karena tak lagi tahan dengan banjir.

"Kami sempat bertahan selama seminggu. Tapi air naik naik terus tak ada surutnya. Di sini penghidupan kami, usaha kami banyak di rumah. Kalau kek gini macam mana kami berusaha kan. Dengan sendirinya kami usaha kami mati semua lah," katanya.

Hal serupa diungkapkan seorang ibu rumah tangga bernama Deviani Dia berharap cepat ada penanganan dan banjir segera surut. Menurutnya, selama banjir sudah ada beberapa warga yang sakit demam, diare dan penyakit kulit.

"Kalau bisa cepat lah diselesaikan (diperbaiki) aliran parit rusak dan sumbat. Kasian juga sama PU kalau tiap banjir terus sedot lagi. Cepat dituntaskan lah paritnya. Genangan air ini karena aliran paritnya itu tersumbat jadi tak bisa mengalir ke sungai," ujarnya.

 

Tinggi genangan 30 cm sampai 1 meter

Warga di gang Subur Lama, Lingkungan 16-17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun melintas di genangan banjir yang tak surut sejak 1,5 bulan yang lalu.KOMPAS.COM/DEWANTORO Warga di gang Subur Lama, Lingkungan 16-17, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun melintas di genangan banjir yang tak surut sejak 1,5 bulan yang lalu.
Pantauan di lapangan, genangan air bervariasi. Mulai dari 30 cm hingga 1 meter. Genangan itu membuat sampah-sampah menumpuk di beberapa titik.

Di dinding-dinding rumah warga masih tampak bekas banjir sebelumnya, lebih dari 1 meter.

Meja, kursi, lemari, dan peralatan lain milik warga sudah tak terhitung yang rusak. Kendaraan bermotor pun tak bisa dibawa pulang dan harus diungsikan di tempat yang lebih tinggi.

Satu unit truk dari Dinas PU Kota Medan, sudah lebih dari 3 minggu berada di depan gang tersebut untuk menyedot air genangan kemudian dialirkannya ke parit di lingkungan sebelah menggunakan pipa berukuran besar.

Keberadaan truk Mobile Pump Dinas PU Kota Medan cukup efektif membantu membuang genangan air. Hanya saja, hujan dengan intensitas bervariasi terus terjadi.

"Intinya diperbaiki dulu aliran air ke sungainnya. Ada yang pecah, rusak, dan tersumbat itu yang mengarah ke Sungai Deli," ujar Deviani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X