Kompas.com - 19/01/2021, 15:18 WIB
Pelanggar protokol kesehatan terjaring operasi yustisi di posko di wilayah Sumedang kota, Senin (4/1/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHPelanggar protokol kesehatan terjaring operasi yustisi di posko di wilayah Sumedang kota, Senin (4/1/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

KOMPAS.com - Operasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 tak hanya menyasar masyarakat lokal. Di Bali, warga negara asing (WNA) yang kedapatan melanggar protokol kesehatan bakal dikenai sanksi, bahkan bila mengulangi kesalahannya lagi, WNA bisa saja dideportasi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Bali Eko Budiarto. Eko menerangkan pihaknya memiliki catatan identitas WNA yang pernah terjaring operasi yustisi dalam rangka penegakan protokol kesehatan (prokes).

"Kami sudah menerima data orang asing yang melanggar dan tercatat. Jika kemudian nanti melakukan kegiatan berulang atau lalai prokes, maka tidak menutup kemungkinan mereka akan dikenakan tindakan administrasi keimigrasian," kata Eko kepada Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Imigrasi Bali Ancam Deportasi WNA yang Terus Langgar Protokol Kesehatan

Eko membeberkan dalam operasi yang digelar Satgas Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Bali, sejumlah warga negara asing banyak terjaring razia karena melanggar prokes.

"Kami sangat mendukung kebijkan pemerintah dalam menerapakan prokes di Bali," ujarnya.

Terkait pelanggaran prokes, sejauh ini mereka baru dikenai sanksi administratif berupa denda maupun hukuman lainnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara menyampaikan dari operasi yustisi penegakan protokol kesehatan Covid-19 yang digelar pada 11-18 Januari 2021, ada 74 warga dikenai sanksi administratif karena melanggar prokes.

Baca juga: Depok dan Tasikmalaya Paling Tidak Patuh Protokol Kesehatan di Jabar, Ini Kata Ridwan Kamil

Perinciannya yaitu 3 warga lokal dan 71 WNA. Jumlah tersebut didominasi oleh WNA asal Rusia. "Ada 74 orang, 71 WNA dan 3 WNI," tuturnya kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Menurut Satpol PP Kabupaten Badung, banyak warga negara asing yang melanggar protokol kesehatan di wilayahnya.

Tak sedikit dari mereka yang tidak mau memakai masker, baik saat mengendari motor maupun berjalan kaki. Selain melanggar protokol kesehatan, mereka juga kerap tak mengenakan helm ketika berkendara.

Penulis: Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor: Robertus Belarminus

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X