Kompas.com - 19/01/2021, 12:16 WIB
Kadinkes DIY Pembajun Setyaningastutie ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKadinkes DIY Pembajun Setyaningastutie ditemui di Kompleks Kepatihan Yogyakarta

"Menambah kamar tidak semata-mata kamarnya saja karena harus ada tenaga, tambahan peralatan, obat. Yang paling berat itu SDM. Tapi SDM tidak bisa beli," ujar Rukmono ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Senin (18/1/2020).

Baca juga: BPBD DIY Tak Mau Terburu-buru Pulangkan Pengungsi Gunung Merapi

Dia mengaku, beberapa waktu lalu sempat banyak relawan yang mendaftar.

Namun, para relawan sehari sebelum diterjunkan mengurungkan niatnya karena tidak mendapatkan izin orangtua.

"Kemarin banyak relawan setelah daftar setuju. Mboso ngono (ternyata kemudian) ditangisi bapake ojo nyambut gawe (jangan bekerja di bagian Covid). Akhirnya kita tidak punya tenaga karena tidak diizinkan keluarga," ujarnya.

"Kalau gedungnya gampang, orangnya itu yang susah," imbuh dia.

Untuk Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian dia mengungkapkan hingga sekarang belum mencapai maksimal, sehingga masih dimungkinkan untuk menambah nakes dan kapasitas tempat tidur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengungkapkan, angka BOR yang dirilis oleh dinas kesehatan berkisar di angka 80 persen, tidak pernah BOR sampai 100 persen.

Ini khusus untuk menangani pasien Covid-19, sedangkan BOR secara keseluruhan di Rumah Sakit Sardjito sekarang mengalami penurunan yaitu berkisar di angka 52-55 persen.

"Yang penting upaya kita rumah sakit menambah tempat tidurnya supaya teman-teman pasien-pasien itu kalau positif bisa ditangani yang berat. Untuk BOR rumah sakit di Sardjito sekarang ini sekitar 52-55 persen," ujarnya.

Penambahan tempat tidur ini untuk memaksimalkan penanganan bagi pasien corona yang hendak melahirkan maupun operasi.

Lanjut dia, dengan BOR 52-55 persen maka dalam penambahan bed tidak diperlukan pembangunan gedung, tetapi cukup melakukan konversi dari kamar-kamar yang kosong untuk merawat pasien Covid.

"Artinya banyak bed yang kosong. Bed kosong kita konversi, tidak bangun gedung baru tapi dikonversi dengan menambah ruang anterum itu ruang peralihan yang itu perlu waktu supaya nanti bisa dipakai ruang kosong untuk menangani Covid-19," ujarnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X