Tempat Tidur Kritikal Kurang, Angka Kematian Pasien Positif Covid-19 di Gunungkidul Meningkat

Kompas.com - 19/01/2021, 06:15 WIB
Ilustrasi virus corona, Covid-19 Shutterstock/Ongsa SIlustrasi virus corona, Covid-19

Terakhir kasus Senin (18/1/2021), perempuan usia 79 asal Kapanewon Paliyan riwayat dalam pelacakan petugas puskesmas.

Baca juga: Beredar Foto Bupati Pati Tak Pakai Masker Saat Kondangan, Ini Peringatan Ganjar

 

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, untuk total terkonfirmasi positif sampai hari ini ada 1221 kasus, sembuh 920 kasus, masih dalam perawatan 254 kasus. Untuk yang meninggal dunia total 47 kasus.

Dewi mengakui, ada peningkatan cukup signifikan bulan Januari 2021 ini. Penyebabnya selain penyakit penyerta dari pasien, pihaknya mengakui ada kekurangan tempat tidur kritikal.

"Ada penyakit penyerta tapi kita juga kekuranagn tempat tidur kritikal. Sehingga ada yang butuh tetapi penuh. Akhirnya meninggal," kata Dewi, saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (18/1/2021)

Ke depan, pihaknya berupaya menambah tempat tidur kritikal. Saat ini masih 5 tempat tidur. Minggu depan ditargetkan bertambah menjadi 10 tempat tidur kritikal. 

 

Cara petugas PMI agar tidak lelah

Terpisah Ketua PMI Gunungkidul Iswandoyo mengakui ada peningkatan permintaan pemakaman dengan prosedur penanganan Covid-19.

Setiap hari ada 15 orang relawan disiapkan penguburan jenazah menggunakan prosedur Covid 19. Setiap hari mereka harus siap jika sewaktu-waktu ditugaskan.

Diakuinya, sebagai manusia mengalami kelelahan namun disisi lain tugas harus tetap dijalankan.

"Sampai hari ini sudah 31 (pemakaman), kita buat suasana di markas (PMI) untuk selalu tenang, suasananya mirip di rumah itu," ucap ISwandoyo.

"Kadang mereka jika sedang tidak bertugas nyari ikan untuk dimasak bareng-bareng, sehingga jadinya tidak tegang. Kita berusaha mereka untuk selalu bugar ketika melakukan pemakaman," ucap dia.

Pemakaman dengan prosedur Covid-19 tidak selalu terkonfirmasi positif kadang juga suspek, probable hingga jenazah dari luar kota. Sehingga total sejak bulan April 2020 hingga hari ini total ada 287 pemakaman dan pemulasaraan jenazah menggunakan prosedur Covid-19.

"Kadang harus memakamkan 3 kali sampai 4 kali, tetapi kita membuat mereka (relawan) untuk tetap semangat," ucap Iswandoyo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X