Terungkap Alasan Pelaku Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel

Kompas.com - 18/01/2021, 18:17 WIB
Polrestabes Palembang ketika melakukan gelar perkara terkait pembunuhan YL (25) yang ditemukan tewas dalam kamar hotel usai dibunuh oleh pelanggannya sendiri, Senin (18/1/2021). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAPolrestabes Palembang ketika melakukan gelar perkara terkait pembunuhan YL (25) yang ditemukan tewas dalam kamar hotel usai dibunuh oleh pelanggannya sendiri, Senin (18/1/2021).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pria berinisial AS (24) mengaku telah membunuh seorang perempuan berinisial YL (25) di dalam kamar hotel di Palembang, Sumatera Selatan.

AS mengaku kesal dengan korban YL karena tidak menyepakati perjanjian.

Menurut AS, ia awalnya mengenal korban melalui aplikasi MiChat.

Baca juga: 12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

Kemudian, YL mematok harga untuk satu kali kencan sebesar Rp 700.000.

Namun, AS menawar kepada korban supaya cukup hanya membayar Rp 400.000 untuk kencan selama 3 jam di hotel.

"Dia (korban) sepakat untuk 3 jam Rp 400.000. Akhirnya saya datang ke hotel," kata AS saat dihadirkan polisi di Polrestabes Palembang, Senin (18/1/2021).

Ketika datang ke hotel, AS mengaku kecewa karena YL tidak menepati perjanjian.

Sebab, mereka hanya berkencan satu kali.

"Saya bayar Rp 400.000 tapi hanya dikasih sekali. Kesepakatannya 3 jam. Jadi saya kesal, langsung saya cekik," ujar AS.

Baca juga: Seorang Anak Saksikan Ibunya Diterkam Buaya Saat Mandi di Kolam

Setelah membunuh korban, AS mengaku ketakutan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X