Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 18/01/2021, 16:27 WIB
Skivo Marcelino Mandey,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

MANADO, KOMPAS.com - Banjir rob yang terjadi pada Minggu (17/1/2021), menyebabkan ruas Jalan Boulevard Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, rusak.

Gelombang pasang yang menghantam badan jalan menyebabkan aspal terkelupas.

"Terdapat beberapa kerusakan akibat gerusan gelombang pasang pada ruas jalan Boulevard. Pak Bupati menginstruksikan agar segera dilakukan penanganan pascabencana," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sangihe Rivolius Pudihang saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (18/1/2021) sore.

"Untuk itu, pemerintah daerah melalui Dinas PUPR dan BPBD akan melakukan penanganan terhadap kerusakan infrastruktur," sambungnya.

Baca juga: Fakta Gelombang Pasang Terjang Pantai Manado, Tinggi Capai 4 Meter hingga Masuk Parkiran Mal

Permukiman warga di pesisir Pantai Mala Pintu, Kelurahan Santiago, Tahuna, juga terdampak gelombang pasang.

"Ada beberapa keluarga yang terdampak. Saat ini ada tujuh kepala keluarga (KK) yang mengungsi dan akan ditempatkan di SMP 3 Kolongan Mitung," ujar Rivolius.

BPBD Sangihe melalui tim reaksi cepat sudah mendata masyarakat yang terdampak. Bantuan juga telah disalurkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung, mengupdate peringatan dini gelombang tinggi di Sulut dalam dua hari ke depan, mulai 19-20 Januari 2021.

Baca juga: PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Bitung Ricky Daniel Aror mengatakan, ada beberapa wilayah diperkirakan tinggi gelombangnnya 1,25 meter sampai 2,5 meter.

"Seperti perairan Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, laut Sulawesi, perairan Bitung dan Likupang, serta laut Maluku bagian utara," kata Ricky seperti dikutip dari rilis tertulis, Senin.

Ricky mengimbau masyarakat dan kapal-kapal yang beraktivitas di daerah yang tercantum dalam daftar peringatan dini diharapkan mempertimbangkan kondisi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com