Cerita Banjir 2 Pekan di Jombang dan Protes Warga ke Bupati...

Kompas.com - 18/01/2021, 07:16 WIB
Warga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang Jawa Timur, membersihkan sampah dan sisa lumpur akibat banjir, Jumat (15/1/2021). KOMPAS.COM/MOH. SYAFIÍWarga Dusun Beluk, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang Jawa Timur, membersihkan sampah dan sisa lumpur akibat banjir, Jumat (15/1/2021).

JOMBANG, KOMPAS.com - Selama dua pekan pada awal 2021, Dusun Beluk, sebuah perkampungan yang dihuni sekitar 900 jiwa penduduk, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilanda banjir.

Banjir mulai menyapa perkampungan selepas malam pergantian tahun 2020 ke tahun 2021, diawali dengan munculnya genangan air di jalan raya.

Hari-hari awal, banjir hanya menggenangi sebagian wilayah dusun, baik jalan dan pekarangan, maupun puluhan rumah warga.

Namun, memasuki pekan kedua, banjir yang sempat surut sehari di dusun tersebut semakin luas dan dalam, hingga memasuki sebagian besar rumah warga.

Dusun Beluk, secara administratif berada di wilayah Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang.

Baca juga: Derita Korban Banjir di Jombang, dari Gatal hingga Tanaman Padi Rusak

Wilayah itu berada di sisi timur Kabupaten Jombang, yang berbatasan dengan Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Dusun Beluk Sustiyo Budiyanto mengungkapkan, banjir pada awal 2021 menjadi peristiwa banjir paling parah dari sekian kali banjir yang melanda setiap tahunnya.

Sejak beberapa tahun lalu, ungkap Budiyanto, kampung tempat tinggalnya cukup akrab dengan banjir yang berasal dari luapan Sungai Afvour Watudakon dan Afvour Jombok.

Namun, ujar dia, pada masa-masa sebelumnya, banjir yang hampir tiap tahun melanda Dusun Beluk, hanya berlangsung dalam hitungan hari.

Sementara pada awal tahun ini, banjir terjadi selama 2 pekan. Banjir melanda setelah malam pergantian tahun dan surut pada 15 Januari 2021.

"Saat tahun baru kami sibuk sendiri karena dapat kiriman banjir. Banjir sekarang sangat parah dibandingkan dengan yang kemarin-kemarin. Hari ini banjir baru surut," kata Budiyanto, kepada Kompas.com, Jumat (15/1/2021).

Pantauan Kompas.com, pada Jumat pagi, hampir seluruh bagian wilayah dusun terbebas dari genangan banjir, baik di jalan, pekarangan maupun rumah warga.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X