Sambut Jenazah Indah, Putrinya Korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Yusrilanita Tak Henti Berzikir

Kompas.com - 18/01/2021, 06:28 WIB
Yusrilanita Ibunda Indah, dan adik-adiknya berdoa di depan makam Indah Halima Putri yang tiba hari ini dari Jakarta setelah berhasil diidentifikasi AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGYusrilanita Ibunda Indah, dan adik-adiknya berdoa di depan makam Indah Halima Putri yang tiba hari ini dari Jakarta setelah berhasil diidentifikasi

INDRALAYA, KOMPAS.com - Jenazah Indah Halima Putri, warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan, salah satu korban pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu Sabtu (9/1/2021) tiba di kampung halamannya, Desa Sungai Pinang 2, Kecamatan Sungai Pinang, Minggu (17/1/2021). 

Jenazah Indah Halima Putri tiba sekitar pukul 16.30 WIB menggunakan kendaraan ambulans BPBD Sumatera Selatan.

Setiba di rumah duka jenazah Indah langsung diserahkan ke pihak keluarga oleh perwakilan Maskapai Sriwijaya Air kepada Ridwan, ayah Indah. Setelah itu jenazah Indah dishalatkan.

Selesai dishalatkan, jenazah Indah langsung dibawa oleh sejumlah personel anggota TNI dan BPBD Ogan Ilir ke pemakaman keluarga tak jauh dari rumah orangtuanya untuk dimakamkan.

Baca juga: Perwakilan Sriwijaya Air Kunjungi Keluarga Indah Halimah Putri, Janjikan Pengurusan Jenazah hingga Santunan

Terlihat raut kesedihan dari wajah ibunda Indah, Yursilanita dan adik-adiknya saat jenazah almarhumah dimakamkan.

Yursilanita bahkan tak henti  berzikir sambil tangannya memegang tasbih.

Ridwan mengatakan, selain Indah, 2 keluarga yang lain seperti Muhammad Rizky Wahyudi (suami) dan Rossi Wahyuni (mertua) juga sudah berhasil diidentifikasi. Yang belum tinggal anak Indah bernama Arkana Nadib Wahyudi yang baru berusia 7 tahun dan keponakannya, Rizky Nabila.

"Selain Indah, suami dan ibu mertuanya juga sudah terindentifikasi, tinggal anaknya dan keponakan suaminya yang belum dan saya terus berkoordinasi dengan Tim DVI dan Sriwijaya Air," kata Ridwan. 

Baca juga: Korban Sriwijaya Air Indah Halimah Putrida dan Agus Minarni Teridentifikasi Lewat Sidik Jari

Manajer Distrik Sriwijaya Air Palembang, Yudho Prihatin mengatakan, setelah jenazah Indah berhasil diidentifikasi dan diantarkan pulang, tugas berikutnya adalah terus berkoordinasi dengan rumah sakit Mabes Polri untuk mengetahui hasil identifikasi dua orang lagi, masing-masing anak Indah dan keponakan suaminya.

"Hari ini kita menyerahkan jenazah Indah, namun kita tetap masih konsen karena masih ada pekerjaan menemukan anak Indah dan Rizky yang belum teridentifikasi. Kita juga dari awal telah melakukan pendampingan termasuk memberi asuransi dari Sriwijaya Air dan dari Jasa Raharja, untuk nilainya masih dibicarakan," kata Yudho. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X