Gempa di Majene, 2 Kecamatan Terisolir, Ada Korban yang Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan

Kompas.com - 16/01/2021, 15:45 WIB
Petugas mengevakuasi korban yang terjepit bangunan di rumah sakit Mitra Manakarra yang runtuh akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021). Antara FotoPetugas mengevakuasi korban yang terjepit bangunan di rumah sakit Mitra Manakarra yang runtuh akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (15/1/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Dua kecamatan di Kabupaten Majene, yaitu Ulumanda dan Malunda, dilaporkan terisolir pascagempa berkekuatan magnitudo 6,2, Jumat (15/1/2020).

Sementara itu, proses evakuasi korban yang diyakini masih berada di bawah reruntuhan di Mamuju masih terus dilakukan.

Wartawan Edyatma di Majene melaporkan kepada BBC News Indonesia, "sebagian besar rumah penduduk roboh di dua kecamatan tersebut".

Mayoritas warga, terutama yang tinggal di daerah pesisir, menurutnya, sudah mengungsi sejak Jumat (15/1/2021) ke pegunungan.

Baca juga: Pengungsi Gempa di Majene Kesulitan Air Bersih dan Listrik Masih Padam

"Sejak kemarin hujan deras, sehingga banyak masalah yang sekarang dihadapi pengungsi yang ada di gunung. Mereka kekurangan tenda, selimu, dan lain-lain. Banyak yang sakit tidak mendapat perawatan, karena puskesmas di Kecamatan Ulumanda khususnya yang ada di gunung itu roboh, tidak ada aktivitas. Jadi warga tidak tertangani tim medis," kata Edyatma.

Bantuan berupa makanan untuk korban gempa sudah berdatangan, akan tetapi "belum merata sampai ke pelosok".

Selain itu, jalan antara Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene terputus akibat tertutup longsoran batu.

"Makanya bantuan itu tidak ada yang sampai ke Majene, semua terfokus ke Mamuju," kata Edyatma yang menyebut jaringan seluler sulit dijangkau di sebagian lokasi pengungsian di Majene.

Baca juga: Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Sejumlah warga mengungsi di ketinggian di Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (15/1/2021).ANTARAFOTO/AKBAR TADO Sejumlah warga mengungsi di ketinggian di Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (15/1/2021).
Laporan ini diakui oleh Kasi Sumber Daya Tim Basarnas Mamuju, Arianto Ardi.

"Iya terputus, untuk akses Mamuju ke Majene terputus. Jadi kami fokus di kota Mamuju karena di sini diperkirakan beberapa titik belum dievakuasi," katanya kepada BBC News Indonesia.

Proses evakuasi di Mamuju berlangsung di empat titik. Diyakini masih ada korban yang tertimbun reruntuhan akibat gempa pada Jumat (15/1/2021).

Proses pencarian berlangsung di Perumahan DPRD Provinsi Sulbar, Hotel Maleo dan Hotel Matos (Maleo Town Square), dan Rumah Sakit Mitra Makarra.

"Tapi informasi terbaru Mitra Manakarra itu sudah clear. Sudah tidak ada korban jiwa. Sudah selesai," kata Arianto.

Baca juga: Gempa Majene, BNPB Serahkan Dana Bantuan Kebutuhan Pokok Rp 4 Miliar

Kemudian, lokasi evakuasi lainnya di swalayan Family Mart. "Itu masih ada empat orang yang tertimbun di swalayan tersebut," tambah Arianto.

Sejauh ini, tim Basarnas belum bisa memastikan jumlah korban yang masih tertimbun puing bangunan.

"Di titik-titik itu diyakini ada. Tapi jumlahnya yang kita tidak pastikan," kata Arianto.

Secara keseluruhan, pejabat setempat melaporkan 45 orang meninggal dunia akibat gempat. Sebanyak 36 orang terdata di Mamuju dan sembilan lainnya di Majene.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,0 terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (16/1/2021) pukul 06:32 WIB. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa Majene, Mensos Risma: Bantuan Tenaga Medis Beroperasi di 2 Rumah Sakit

Hari kedua evakuasi korban gempa di Sulawesi BaratANTARAFOTO/AKBAR TADO Hari kedua evakuasi korban gempa di Sulawesi Barat
BMKG memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi dan meminta masyarakat untuk waspada terhadap potensi gempa susulan yang signifikan.

Berdasarkan kondisi terkini, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan 189 orang di Kabupaten Mamuju mengalami luka berat dan dirawat pascagempa M6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat.

Sedangkan di Kabupaten Majene, sekitar 637 orang mengalami luka ringan dan mendapatkan penanganan rawat jalan serta kurang lebih 15.000 orang mengungsi di 10 titik pengungsian.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Ini Lapor Polisi Motornya Hilang Dicuri, Ternyata Pencurinya Suami Sendiri

Ibu Ini Lapor Polisi Motornya Hilang Dicuri, Ternyata Pencurinya Suami Sendiri

Regional
Lapor Rumah Dibobol Maling dan Ponsel Raib, Pelaku Ternyata Suami Sendiri

Lapor Rumah Dibobol Maling dan Ponsel Raib, Pelaku Ternyata Suami Sendiri

Regional
Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan 2020 dari Rumah Zakat

Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Raih Penghargaan Tokoh Pemberdayaan 2020 dari Rumah Zakat

Regional
Pedagang Pasar hingga Sopir Bus Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 di Banyumas

Pedagang Pasar hingga Sopir Bus Jadi Sasaran Vaksin Covid-19 di Banyumas

Regional
Ganjar Tanggapi Kisruh Walkot Tegal dan Wakilnya: Perlu Diruwat, dari Dulu Ada-ada Saja

Ganjar Tanggapi Kisruh Walkot Tegal dan Wakilnya: Perlu Diruwat, dari Dulu Ada-ada Saja

Regional
Oknum PNS Riau Edarkan Sabu, Keluar Masuk Penjara tapi Tetap Berdinas

Oknum PNS Riau Edarkan Sabu, Keluar Masuk Penjara tapi Tetap Berdinas

Regional
Klaster Keluarga di Karangasem, 37 Warga di Sebuah Desa Terkonfirmasi Positif Covid-19

Klaster Keluarga di Karangasem, 37 Warga di Sebuah Desa Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Pura-pura Minta Antar Beli Bensin, Pemuda Ini Rampas Motor Teman Sekolah

Pura-pura Minta Antar Beli Bensin, Pemuda Ini Rampas Motor Teman Sekolah

Regional
Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Terima Transfer Rp 51 Juta dari BCA, Ardi Mengira Komisi Jual Mobil, Kini Ditahan Meski Berusaha Mengembalikan

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Polisi Ungkap Prostitusi Online Tawarkan Threesome, Muncikari dan Admin Grup Chat Ditangkap

Regional
Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Besan Bacok Besan di Aceh Timur, gara-gara Menantu Terlalu Cepat Melahirkan

Regional
Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran dan Erupsi

Regional
DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

DPD Demokrat Sulut Sebut Kadernya Dirayu untuk Mendukung KLB

Regional
Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Rekonstruksi Ibu Kandung Bunuh Bayi 9 Bulan, Hidung Korban Ditekan hingga Memar agar Telan Racun

Regional
Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Dilantik Jadi Wabup OKU, Johan Anuar Terdakwa Korupsi Lahan Kuburan Boleh Keluar Rutan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X