Kompas.com - 15/01/2021, 14:24 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih.

SOLO, KOMPAS.com - Sebanyak 18 tenaga kesehatan (nakes) di Solo, Jawa Tengah batal divaksin Covid-19 pada hari pertama, Kamis (14/1/2021) karena tensi tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, pada hari pertama ada 330 orang yang divaksin Covid-19 asal China.

"Vaksinasi kemarin berjalan lancar dan baik. Ada beberapa yang tidak jadi divaksin karena eksklusi karena tensinya tinggi," katanya di Solo, Jawa Tengah, Jumat (15/1/2021).

"Kemarin yang diimunisasi vaksin ada 330 orang. Jumlah yang ditunda 18 orang karena tensi tinggi dan ada yang lain," sambung dia.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Solo Dimulai Hari Ini, 11 Orang Ini yang Pertama Disuntik

Apakah nakes yang batal divaksin hari pertama bisa dijadwalkan ulang, perempuan yang akrab disapa Ning mengatakan belum tahu.

Pasalnya, data penerima vaksin Covid-19 tahap pertama langsung dikirim oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui SMS Blast.

"Saya belum tahu. Ditunggu sistemnya," terang dia.

Ning menyebut, ada 33 fasilitas kesehatan terdiri dari puskesmas dan rumah sakit di Solo yang ditunjuk sebagai lokasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

Adapun untuk jumlah vaksin Covid-19 yang diterima pada tahap pertama ada sebanyak 10.609 dosis.

"Hari ini dilaksanakan di Puskesmas Pajang, Penumping, Purwosari, Gajahan, Sangkrah, Purwodiningratan, Ngoresan, Sibela, Nusukan, Gilingan, Stabelan dan Banjarsari," ungkap dia.

Baca juga: Wali Kota Solo Tak Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Kepala UPT Puskesmas Stabelan, Suci Wuryanti (59) mengatakan, Puskesmas Stabelan baru hari ini melaksanakan program vaksinasi Covid-19 Sinovac.

Dia menerangkan, dalam sehari target tenaga kesehatan yang divaksin di Puskesmas Stabelan sebanyak 30 orang.

"Sasaran kita sehari 30 orang. Tapi hari ini baru yang daftar ke sini 21 orang," kata dia.

Pelayanan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 WIB-08.30 WIB.

Kemudian sesi kedua dimulai pukul 09.30 WIB-10.30 WIB.

"Ini untuk memudahkan pasien. Tapi kalau datang terus kita layani," terang Suci.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X