Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor Ditunda, Dinkes Bersyukur

Kompas.com - 14/01/2021, 18:52 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin memergoki satu ritel dan satu restoran yang masih buka di Kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (12/1/2021) pukul 20.30 WIB. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin memergoki satu ritel dan satu restoran yang masih buka di Kawasan Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, pada Selasa (12/1/2021) pukul 20.30 WIB.

"Justru kita bersyukur dengan adanya delay (terlambat) vaksin sampai bulan Februari itu, sehingga persiapan kita akan lebih matang," ucapnya saat dihubungi Kompas.com secara terpisah pada Kamis (14/1/2021).

Dedi yang juga sebagai kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui alasan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor ditunda.

Yang jelas, kata dia, vaksin yang akan digunakan masih memerlukan sejumlah tahapan, terutama terkait adanya penambahan jumlah dosis untuk tenaga kesehatan swasta.

"Kenapanya (ditunda), kita enggak tahu karena itu tingkat pusat yang atur. Enggak ada kendala di sini, kita sih menerima saja kalau ditunda. Soal persiapan dari mulai regulasi sampai dengan administrasi itu sudah siap semua. Yang jelas simulasi vaksin dulu nanti tanggal 18 Januari," ungkapnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya jumlah tenaga kesehatan yang akan divaksin sudah teregistrasi di Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) sebanyak 10.185.

Namun, rencana itu gagal di bulan Januari karena ada dosis vaksin yang ditambah untuk nakes di rumah sakit swasta kurang lebih 5.000.

Bila ditotal, kata dia, sebagian data tambahan yang telah dientri di SDMK itu kini menjadi 15.980 tenaga kesehatan yang akan divaksin di Kabupaten Bogor.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Awalnya, di SDMK 10.185 dosis untuk nakes, tapi di-update ditambah dengan jumlah nakes dari swasta, mandiri, bidan dan sebagainya sebanyak 5 ribu jadi sekarang vaksin untuk Kabupaten Bogor berubah jumlahnya jadi 15.980 dosis untuk prioritas nakes ya," imbuhnya.

Dedi mengatakan, saat ini ada tujuh daerah di Jawa Barat yang melaksanakan vaksinasi tahap pertama secara bergiliran.

Daerah tersebut antara lain, Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.

Ia menduga bahwa penundaan itu dilakukan karena jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor sangat banyak, sebanding dengan luas wilayahnya serta jumlah penduduk yang mencapai 6 juta jiwa.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor Dimulai Hari Ini, Diawali 10 Pejabat yang Disuntik

Karena itu, tambah dia, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor tidak bisa dibandingkan atau disamakan dengan daerah lain tersebut.

"Kebetulan (daerah) tetangga semua lebih dulu divaksin hari ini, karena mereka jugakan sedikit sasarannya, nakesnya juga sedikit. Kalau di Kabupaten Bogorkan banyak nakesnya, jadi swasta juga masuk di data SDMK kita," ujarnya.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X