Diterkam Buaya Saat Panen Udang di Tambak, Pria Ini Luka Parah

Kompas.com - 14/01/2021, 18:36 WIB
Ilustrasi buaya. SHUTTERSTOCK / Janos RautonenIlustrasi buaya.

KOTABARU, KOMPAS.com - Seorang pria di Kecamatan Kelumpang Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan ( Kalsel) luka parah setelah di terkam buaya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotabaru, Russian Ahmadi Jaya mengatakan, kejadian ini bermula saat korban R (40) tengah memanen udang di tambak Desa Pantai, tak jauh dari muara.

Ternyata, seekor buaya telah berada dalam tambak tanpa diketahui oleh korban.

"Korban sedang melakukan panen udang di tambak miliknya, kejadian tersebut tepat di dalam tambak milik korban," ujar Russian Ahmadi Jaya saat dikonfirmasi, Kamis (14/1/2020).

Baca juga: Detik-detik Bocah 12 Tahun Diterkam Buaya, Berhasil Selamat Setelah Melawan dan Pegangan Tiang

R diterkam kaki kirinya dan langsung ditarik ke tengah tambak. Dia lantas melawan dan sempat berduel dengan buaya yang menerkamnya.

"Korban melakukan upaya perlawanan terhadap buaya dengan cara memukul pada bagian mata buaya," jelasnya.

Beruntung, saat berduel dengan buaya, tiga orang rekan korban melihat dan berusaha menolong.

"Setelah bergulat akhirnya buaya melepaskan gigitannya kepada korban selanjutnya ditolong oleh rekan-rekannya," sebut Rusian.

Baca juga: Cerita Bocah 12 Tahun Lolos dari Terkaman Buaya, Pegang Erat Tiang hingga Tendang Kepala Buaya

Setelah diangkat keluar dari tambak, kondisi korban lemas dengan kondisi luka parah.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Kelumpang Selatan untuk mendapatkan pertolongan.

"Saat ini sudah dalam penanganan medis," tandanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

600 Rumah Terendam Banjir, Wali Kota Banjarmasin Tetapkan Status Darurat Bencana

Regional
Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Regional
Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Regional
Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X