Sultan HB X Pastikan Tidak Ada Sanksi Bagi Penolak Vaksin Covid-19 di DIY

Kompas.com - 14/01/2021, 14:11 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di Kompleks Kepatihan. KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAGubernur DIY Sri Sultan HB X saat menemui wartawan di Kompleks Kepatihan.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta siap menyelesaikan vaksinasi Covid-19 yang diperkirakan selesai hingga akhir 2021 mendatang.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memastikan tidak akan ada sanksi bagi penolak vaksin Covid-19.

“Kami mungkin berbeda dengan daerah lain, dengan kepercayaan kearifan lokal masyarakat DIY tidak akan dilakukan sanksi,” kata Sultan saat memberi sambutan pemberian vaksin perdana di DIY, di Bangsal Kepatihan, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Pertama Disuntik Vaksin Covid-19 di Jateng, Ganjar: Alhamdulillah, Sehat, Bagas, Waras

Sultan HB X berkeyakinan bahwa seluruh lapisan masyarakat DIY nanti akan siap melakukan vaksin dengan penuh kesadaran.

Menurut Ngarsa Ndalem, masyarakat harus menjadi subyek untuk menangkal penyebaran Covid-19.

“Seluruh lapisan masyarakat DIY dengan kesadaran akan siap divaksinasi, masyarakat harus jadi subyek untuk menangkal Covid-19 ini,” ujar dia.

Sultan menyampaikan DIY sendiri akan mendapatkan vaksinasi sebesar 2.605.179 dosis yang akan diterapkan menjadi 4 tahap.

“Pertama untuk tenaga kesehatan, lalu pelayanan publik, masyarakat rentan, dan pelaku ekonomi esensial termasuk masyarakat umum. Sementara ini baru 26.806 dosis dikirim pada tahap pertama,” katanya.

Sedangkan tahap pertama ini ada sebanyak 36.247 tenaga kesehatan di DIY yang sudah terdata, sedangkan pada tahap kedua ada sebanyak 555.290 petugas publik, tahap ketiga 995.353 masyarakat rentan dan terakhir 1.650.179 bagi pelaku esensial dan masyarakat lain.

“Kalau ketersediaan vaksin lancar DIY siap menyelesaikan vaksinasi hingga akhir 2021,” tutup Sultan.

Baca juga: Wali Kota Solo Tak Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19, Ini Alasannya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie menyampaikan pasca- pelaksanaan kick off vaksinasi, dilanjutkan dengan pelaksanaan vaksinasi menyeluruh di DIY secara bertahap.

Periode I (Januari sampai April 2021)

Tahap 1. Sasaran tenaga kesehatan sejumlah 26.624.

Tahap 2. Sasaran petugas pelayanan publik dan Lanjut Usia sejumlah 555.290.

Periode II (April 2021 sampai Maret 2022)

Tahap 3. Sasaran masyarakat rentan (masyarakat di daerah risiko penularan tinggi) sejumlah 995.353.

Tahap 4. Sasaran pelaku ekonomi esensial dan masyarakat lainnya sejumlah 1.067.912

"Kami berharap bahwa meskipun telah dilaksanakan vaksinasi, disiplin terhadap protokol kesehatan tetap harus kita lakukan. Disiplin dalam memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas tetap harus digiatkan, Semoga dengan vaksinasi Covid-19 mampu mengendalikan laju pandemi Covid-19," ujar Pembajun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X