Vaksinasi Covid-19 Dimulai Februari, Pemkot Malang Punya 32 Vaksinator di 16 Puskesmas

Kompas.com - 14/01/2021, 11:14 WIB
Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang pada Rabu (13/1/2021). KOMPAS.COM/ANDI HARTIKWali Kota Malang Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang pada Rabu (13/1/2021).

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, sudah menyiapkan 32 vaksinator atau tenag medis yang menyuntikkan vaksin Covid-19. Puluhan vaksinator itu ditempatkan di 16 puskesmas di Kota Malang.

Sehingga, setiap puskesmas memiliki dua vaksinator.

Baca juga: Cerita Dokter Aaron, Suntik Sendiri Vaksin Covid-19 ke Tubuhnya, Ini Alasannya...

"Sementara berarti 32 vaksinator di puskesmas. Sementara yang dilaporkan ke kami itu," kata Wali Kota Malang Sutiaji saat diwawancara di Balai Kota Malang pada Rabu (13/1/2021).

Jumlah vaksinator itu dipastikan masih akan bertambah. Sebab, sampai sejauh ini sudah ada 76 fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) di Kota Malang yang disiapkan untuk vaksinasi.

"Vaksinasi di fasyankes yang sudah disiapkan sebagai fasyankes vaksin. Yang sudah diinput di aplikasi ada 76 fasyankes," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Sri Winarni melalui sambungan telpon.

Sementara itu, vaksinasi di Kota Malang akan berlangsung pada Februari 2021.

Sebab, pelaksanaan vaksinasi tahap pertama di Kota Malang mendapat giliran termin kedua, setelah Kota Surabaya yang berada di termin pertama.

"Vaksinasi untuk Kota Malang sesuai dengan surat dari Kemenkes, telah disampaikan oleh provinsi. Jadwalnya Kota Malang adalah Februari. Jadi di tahap pertama termin kedua," katanya.

Baca juga: Protes Warga Terdampak Banjir ke Bupati: Ayo Masuk kalau Berani, Jangan Hanya di Sini

Sri Winarni mengatakan, jumlah vaksin untuk Kota Malang sebanyak 12.900 dosis. Vaksin itu akan disuntikkan kepada 6.450 tenaga medis yang menjadi sasaran vaksinasi di tahap pertama.

Sebelum dilaksanakan vaksinasi tahap pertama, vaksinasi di Kota Malang rencananya akan dilaksanakan secara simbolik kepada 10 tokoh yang telah dipilih. Terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan profesional, tenaga kesehatan dan Forkopimda.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X