Fakta Pesawat Lion Air dan Garuda Batal Mendarat di Pontianak, Cuaca Buruk hingga Dialihkan ke Palembang dan Batam

Kompas.com - 14/01/2021, 11:06 WIB
Ilustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia. SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASAIlustrasi pesawat maskapai penerbangan Garuda Indonesia.

KOMPAS.com- Pesawat Lion Air dan Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta batal mendarat di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Rabu (13/1/2021).

Kedua pesawat tersebut akhirnya dialihkan ke bandara lain.

Baca juga: Identitas Sarah Diduga Digunakan Teman Kos untuk Naik Sriwijaya Air, Kuasa Hukum: Kenapa Bisa Lolos?

Cuaca buruk

Ilustrasi hujan petirWavebreakmedia Ltd Ilustrasi hujan petir
Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura II Pontianak Eri Braliantoro menjelaskan, pengalihan pendaratan disebabkan cuaca buruk.

Menurut Eri, data cuaca pada penerbangan mengacu pada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Selanjutnya hasil dari BMKG akan diteruskan ke Air Traffic Controller hingga pilot.

"Sehingga, mereka mengambil keputusan landing atau divert (pengalihan pendaratan)," tutur dia.

Divert, kata Eri, adalah hal lumrah dalam dunia penerbangan dengan pertimbangan faktor keselamatan.

Baca juga: Pesawat Lion Air dan Garuda Gagal Mendarat di Pontianak, Dialihkan ke Batam dan Palembang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Namanya Dicatut untuk Menipu, Bupati Purbalingga Lapor Polisi

Regional
Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Tertutup Longsor akibat Gempa Majene

Regional
Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Gubernur Maluku: Bapak Presiden Divaksin Duluan, Masa Kita di Daerah Tidak Bisa

Regional
Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Videonya Tolak Rapid Antigen Viral, Kades: Hanya untuk Warga, tapi Malah Disebar ke Facebook

Regional
Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Jadi Zona Merah, 4 Daerah di Jatim Masuk Daerah Tambahan Wilayah PPKM

Regional
Wakil Gubernur Sulsel Alami Pegal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Wakil Gubernur Sulsel Alami Pegal Setelah Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Tersangka Pembunuhan di Karawang Minta Tebusan Saat Korban Sudah Tewas

Tersangka Pembunuhan di Karawang Minta Tebusan Saat Korban Sudah Tewas

Regional
Viral, Video Kades Tolak Satgas Covid-19 Lakukan Rapid Test Antigen ke Warganya

Viral, Video Kades Tolak Satgas Covid-19 Lakukan Rapid Test Antigen ke Warganya

Regional
Beredar Video Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Sulbar, Polisi Ikut Mencari

Beredar Video Anak Terjebak Reruntuhan Bangunan di Sulbar, Polisi Ikut Mencari

Regional
Misi Kemanusiaan, Polda Sulteng Kirim Pasukan Brimob Bantu Korban Gempa Sulbar

Misi Kemanusiaan, Polda Sulteng Kirim Pasukan Brimob Bantu Korban Gempa Sulbar

Regional
Pamit ke Rumah Teman, Fathan Ditemukan Tewas Terlilit Kasur, Ini Faktanya

Pamit ke Rumah Teman, Fathan Ditemukan Tewas Terlilit Kasur, Ini Faktanya

Regional
Rampok Uang Toko Rp 200 Juta, Satu Keluarga Ditangkap Polisi

Rampok Uang Toko Rp 200 Juta, Satu Keluarga Ditangkap Polisi

Regional
Melanggar PPKM, Satgas Covid-19 Bubarkan 2 Acara Hajatan di Purbalingga

Melanggar PPKM, Satgas Covid-19 Bubarkan 2 Acara Hajatan di Purbalingga

Regional
Tim SAR Cari Anak Terjepit Runtuhan Bangunan di Mamuju yang Videonya Viral

Tim SAR Cari Anak Terjepit Runtuhan Bangunan di Mamuju yang Videonya Viral

Regional
Emil Dardak: Kami Masih Tunggu Kiriman 120.000 Vaksin dari Kemenkes

Emil Dardak: Kami Masih Tunggu Kiriman 120.000 Vaksin dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X