2 Orang Ditahan Terkait Kasus Hilangnya Tangan Kiri Anak Anggota TNI Serda Lili

Kompas.com - 13/01/2021, 22:05 WIB
Foto: Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat konferensi Pers kasus Kecelakaan Kerja dengan memperhatikan dua orang tersangka di Mapolres Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021). (Dok: istimewa) KOMPAS.COM/Teguh PribadiFoto: Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat konferensi Pers kasus Kecelakaan Kerja dengan memperhatikan dua orang tersangka di Mapolres Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021). (Dok: istimewa)

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Polres Pematangsiantar menahan dua orang karyawan PT Agung Beton Persada Utama atas kasus kecelakaan kerja yang dialami Teguh Syahputra Ginting (20), anak Serda Lili Muhammad Yusuf Ginting, Anggota TNI yang bertugas di Rindam I/Bukit Barisan.

"Setelah menerima laporan tanggal 20 September 2020 lalu, kami langsung mengambil langkah memanggil baik saksi maupun pelapor," kata Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar saat gelar konferensi pers di Mapolres Jalan Sudirman Pematangsiantar, Rabu (13/1/2021).

Sebelum ditahan, kedua karyawan, yakni inisal MMM dan ILM, ditetapkan polisi sebagai tersangka. Keduanya diamankan dari lokasi yang berbeda.

"Setelah memenuhi dua alat bukti, kami menahan 2 orang tersangkanya, yakni Martua Marolop Manik dan Indra Lesmana Manik." ujar Boy yang didampingi Kasat Reskrim AKP Edi Sukamto dan Kanit I Jahtanras Iptu Wilson Panjaitan.

Baca juga: Tangan Anaknya Putus, Serda Lili Menangis Minta Keadilan, Ini Tanggapan Polisi

Laporan pengaduan Teguh Syahputra Ginting diterima polisi pada 20 September 2020. Berkas perkara tersebut dikirim ke Kejaksaan Negeri Pematangsiantar pada 22 Desember 2020.

"Hanya saja di tanggal 5 Januari 2021 lalu pihak Kejaksaan menganggap kalau berkas kedua orang tersangka masih belum lengkap. Sehingga berkas perkara dikembalikan lagi kepada penyidik," jelas Boy.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masih kata Boy, sesuai petunjuk pihak kejaksaan, kami meminta penyidik agar menghadirkan Direktur PT Agung Beton Persada Utama dan Saksi Ahli dari Dinas PUPR.

Sementara pihaknya sudah memanggil Direktur PT Agung Beton Persada Utama melalui kuasa hukumnya untuk dimintai keterangan. Hanya saja sampai saat ini, pihak perusahaan meminta waktu.

"Kami tidak mengurusi persoalan di luar kasus ini. Jelasnya kami hanya fokus penanganan kasus kecelakaan kerja yang dilaporkan korbannya, Teguh Syahputra Ginting. Kami masih bekerja melengkapi berkas perkara yang telah dikembalikan sesuai petunjuk Kejaksaan," jelas Boy.

Ada pun tersangka dikenai Pasal 360 KUHPidana yang mana kelalaiannya menyebabkan orang luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X