Lima Hari PPKM di Sukoharjo, Masih Banyak Ditemukan Warga Gelar Hajatan

Kompas.com - 13/01/2021, 18:07 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah, menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada Sabtu (9/1/2021).

Memasuki hari kelima PPKM, Satgas Penanganan Covid-19 menemukan warga menggelar hajatan tanpa menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak, kerumunan dan makan di tempat.

"Pelanggaran yang kita temukan paling banyak kegiatan hajatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Yunia Wahdiyati saat dihubungi Kompas.com, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: PPKM di Surabaya, Pengadilan Negeri Minta Majelis Hakim Tunda Jadwal Sidang

Yunia menegaskan, bagi masyarakat yang terlanjur menggelar hajatan untuk tetap mengikuti surat edaran (SE) yang dikeluarkan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya.

SE tentang Pelarangan Penyelenggaraan Hajatan itu berbunyi untuk antisipasi berkembangnya Covid-19 melalui keramaian/kerumunan massa, maka kegiatan pertemuan dan hajatan (nikah, sunatan, peringatan kematian/tahlilan, dan sebagainya) untuk sementara waktu dilarang dilaksanakan di Sukoharjo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk pelaksanaan akad nikah boleh digelar bila kondisi mendesak dan dihadiri maksimal 30 orang.

"Kalau memang (hajatan) sudah terlanjur digelar, tetapi mereka harus mengikuti surat edarannya. Yang berada di dalam harus 30 orang, tidak menata kursi, tidak ada makan bersama, semua makanan dibawa pulang, tamu-tamu diperkenankan hanya memberikan ucapan selamat dan kemudian pulang," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: Langgar Aturan PPKM, Petugas Bubarkan Pengunjung Kedai Kopi dan Angkringan di Solo

Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan kepada pelaku usaha, warung makan, supermarket/mal tetap mematuhi jam operasional dan mematuhi protokol kesehatan.

Jika masih ditemukan ada yang melanggar, mereka akan diberikan peringatan.

Bila peringatan pertama hingga ketiga tidak dihiraukan, maka sanksinya selanjutnya adalah pencabutan izin usaha.

"Tapi, Alhamdulillah kemarin dengan imbauan, edukasi lalu sempat ada peringatan mereka yang sempat melanggar bisa mengikuti aturan kita," terang Yunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Pemprov Jabar Targetkan Pembangunan TPPAS Regional Legok Nangka Rampung pada 2023

Regional
Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X