Palangkaraya Bakal Terapkan PPKM, Aturannya Sedang Disusun Pemkot

Kompas.com - 13/01/2021, 06:00 WIB
Emy Abriyani, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid 19 Kota Palangkaraya saat berada di Kantor BPBD Kota Palangkaraya KOMPAS.com/KURNIA TARIGANEmy Abriyani, Ketua Harian Satgas Penanganan Covid 19 Kota Palangkaraya saat berada di Kantor BPBD Kota Palangkaraya

PALANGKARAYA, KOMPAS.com-Pemerintah Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, berencana menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM) untuk menekan laju penularan virus corona.

Saat ini, aturan penerapan pembatasan itu dalam tahap penyusunan.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid 19 Kota Palangkaraya Emy Abriyani mengatakan, nantinya aturan yang berlaku selama masa PPKM diumumkan lewat surat edaran wali kota.

"Yang akan kami atur dalam surat edaran wali kota nanti, pembatasan kegiatan masyarakat, seperti misalnya untuk pelaku ekonomi, kafe dan rumah makan, kami batasi hingga pukul 21.00 WIB. Setelah itu, masyarakat tidak lagi boleh makan dan minum, duduk santai, di tempat itu," kata Emy yang juga Kepala BPBD Kota Palangkaraya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 12 Januari 2021

"Begitu juga dengan aktivitas di pasar tradisional, juga diberlakukan pembatasan. Di mana pasar subuh akan dibuka sejak malam, yang sebelumnya buka sejak sore hari, akan dibuka hingga pukul 06.00 WIB pagi," sambungnya.

Selain tempat makan dan pasar, hajatan warga di Palangkaraya juga diwajibkan mengikuti aturan PPKM yang hingga kini masih disusun.

Emy mengatakan, setelah surat edaran Wali Kota Palangkaraya keluar akan ada waktu selama tujuh hari untuk masa sosialisasi aturan PPKM.

Setelah itu, pembatasan kegiatan masyarakat akan berlaku selama dua pekan.

Selama PPKM berlaku, Emy menegaskan akan ada sanksi yang berikan untuk pelanggar, sesuai Peraturan Wali Kota Palangkaraya No 26 Tahun 2020.

Baca juga: Jokowi Minta Proyek Food Estate di Sumut dan Kalteng Rampung Tahun Ini

Orang yang keluar rumah bisa didenda Rp 100.000. Sedangkan tempat usaha yang melanggar bisa didenda Rp 5 juta hingga dicabut izin usahanya.

Berdasarkan informasi di laman corona. kalteng.go.id, hingga Selasa (12/1/2021), ada 2.246 orang yang terinfeksi virus corona di Palangkaraya.

Sebanyak 1.629 di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Sedangkan 94 lainnya meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X