Lapak Terseret Banjir, Pedagang Pasar Parteker Pamekasan Berjualan di Jalan

Kompas.com - 12/01/2021, 14:17 WIB
Pedagang pasar Parteker membenahi lapak dan peti barang setelah terendam banjir mulai Senin (11/2/2021) kemarin. 90 pedagang di pasar tersebut mengungsi ke jalan protokol Kelurahan. KOMPAS.COM/TAUFIQURRAHMANPedagang pasar Parteker membenahi lapak dan peti barang setelah terendam banjir mulai Senin (11/2/2021) kemarin. 90 pedagang di pasar tersebut mengungsi ke jalan protokol Kelurahan.

PAMEKASAN, KOMPAS.com - Sebanyak 90 pedagang Pasar Parteker di Jalan Cokroatmojo Kelurahan Parteker, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, mengungsi setelah lapaknya porak poranda karena diterjang banjir pada Senin (11/1/2021).

Mereka terpaksa berjualan di sepanjang jalan protokol Kelurahan Parteker.

Agus Julianto, salah satu pedagang menjelaskan, ada tiga peti barang milik pedagang yang terseret banjir.

Peti barang itu berisi dagangan seperti palawija dan sembako. Sampai saat ini, peti barang itu belum ditemukan meski sudah dicari ke sungai sekitar pasar.

"Kemarin banjirnya menenggelamkan seluruh pasar karena berada di pinggir sungai. Sekarang kondisinya porak-poranda dan pedagang tidak bisa berjualan," ujar Agus saat ditemui di lokasi, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Menjadi Pilot adalah Cita-citanya sejak Kecil...

Untuk bisa berjualan, pedagang mengungsi ke jalan kelurahan. Sepanjang jalan protokol kelurahan itu pun macet sejak pagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian pedagang terlihat membersihkan pasar agar bisa berjualan esok hari.

"Kemungkinan besok pasar Parteker sudah bisa ditempati lagi kalau tidak terjadi banjir lagi," ungkap Agus.

Menurut Agus, datangnya air yang merendam pasar dan rumah warga sekitar cukup mendadak. Bahkan, sudah tiga tahun tidak pernah terjadi banjir besar.

"Baru kali ini banjir merendam pasar. Banjir sebelumnya hanya setinggi lutut orang dewasa," terang Agus.

 

Butuh bantuan

Warga Kelurahan Parteker Fathur Rusi mengaku belum mendapat bantuan dari pemerintah setempat. Bantuan baru datang dari warga sekitar.

Jumlah bantuan yang diterima dari warga tersebut tak sebanding dengan pengungsi. Akhirnya, warga memilih membuat mi instan.

"Biasanya setiap terjadi banjir selalu ada bantuan makanan kepada warga. Sampai pagi tidak ada dari pemerintah," ujar Fathur Rusi.

Baca juga: Video Viral Mobil Dinas Camat Bawa Kayu hingga Pintu Tak Tertutup Sempurna, Ini Penjelasannya

Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Akmalul Firdaus menjelaskan, bantuan makanan ditangani lurah. Pihak lurah yang mendistribusikan kepada warga, bukan BPBD.

"Saya cek dulu ke para lurah soal bantuan makanan," ungkap Akmalul Firdaus melalui telpon seluler. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X