Penerima Vaksin Covid-19 Akan Lewati Tahap Screening, Penderita Penyakit Ini Tak Bisa Divaksin...

Kompas.com - 12/01/2021, 11:17 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMKepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Nurhandini Eka Dewi

MATARAM, KOMPAS.com - Menjelang pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan screening kepada calon penerima vaksin.

"Sebelum pelaksanaan vaksin Covid-19, kami akan melakukan screening terhadap penerima vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi, dalam rilis tertulis, Senin (11/1/2021).

Baca juga: Pria Ini Bunuh Tetangganya karena Dendam, Potongan Tubuh Korban Disembunyikan di Gua

Eka menjelaskan, tak semua masyarakat bisa mendapat vaksin Covid-19 buatan Sinovac tersebut.

Masyarakat yang memiliki penyakit bawaan tak diizinkan menerima vaksin itu. Screening, kata Eka, dilakukan untuk memastikan fisik penerima vaksin.

“Kita betul-betul akan melakukan check up awal agar tidak terjadi miss,” kata Eka.

Ada beberapa kondisi masyarakat yang tidak bisa diberikan vaksin Covid-19, yakni pernah terkonfirmasi Covid-19, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Masyarakat yang menjalani terapi jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah juga tak bisa menerima vaksin. Pun dengan masyarakat yang menderita penyakit jantung, autoimun, dan saluran pencernaan kronis.

Lalu, penderita hipertiroid, kanker, diabetes melitus, HIV, dan tuberkulosis.

Kondisi itu membuat tim perlu memeriksa secara teliti calon penerima vaksin sebelum vaksinasi tahap pertama dilakukan.

Rencananya pemprov NTB melakukan vaksinasi tahap pertama di Gedung Graha Bakti Praja, kantor Gubernur NTB, Kamis (14/1/2021).

Vaksinasi akan dilakukan terhadap pemimpin daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tenaga kesehatan, dan masyarakat.

Eka menambahkan, untuk pelaksanaan vaksinasi pihaknya mempersiapkan 400 vaksinator.

Baca juga: Keluarga Penumpang Sriwijaya Air: Harapan Kami, Semua Ini Cepat Selesai, Cepat Ditemukan...

Mereka direkrut dari tenaga kesehatan RSU Provinsi NTB, RSAD, RS Bhayangkara dan Puskesmas Mataram.

“Persiapan vaksinator yang dilatih, hari ini sudah masuk ke pelatihan kedua sampai tanggal 13 sudah selesai pelatihannya” jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X