Bencana Tanah Bergerak di Kaki Gunung Baros Sukabumi, 40 Rumah Rusak

Kompas.com - 12/01/2021, 06:41 WIB
Seorang warga menunjukkan retakan tanah di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/1/2021). KOMPAS.COM/BUDIYANTOSeorang warga menunjukkan retakan tanah di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/1/2021).

 

Retakan terus meluas

Sementara, Aam (40) mengakui hari ini lantai keramik rumahnya mengalami retak-retak. Dia baru mengetahui setelah pulang dari kebun sekitar pukul 12:00 WIB.

"Tadi pagi belum ada, pas pulang baru kelihatan retakannya," aku dia sambil menunjukkan lantai yang hancur.

Menurut Aam retakan-retakan di rumahnya sudah diketahui dua pekan lalu. Saat itu retakannya hanya terlihat pada bagian dinding.

"Ia awalnya hanya retakan di dinding, sekarang retakannya melebar juga ke lantai," ujar dia.

Masjid hingga bangunan sekolah ikut terdampak

Kepala Dusun Suradita, Kosasih menjelaskan, retakan pada dinding dan lantai di rumah warga mulai diketahui sekitar tiga pekan lalu.

Awalnya mendapatkan laporan warga di Kampung Balekambang. Saat itu mengecek ke lokasi, retakannya selain di bangunan juga ada di tanah dekat rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lebar retakannya paling seukuran sapu lidi, dan memanjang. Sekarang lebarnya sekitar sejengkal dan dalamnya sampai dua meter," jelas Kosasih.

Menurut dia bencana tanah bergerak itu juga dialami masyarakat di Kampung Suradita. Saat itu dilaporkan beberapa rumah bagian dindingnya retak-retak.

"Sekarang banyak rumah yang terdampak kerusakan, dan sudah ada warga mengungsi," ujar Kosasih.

"Kalau tahun lalu hanya terjadi retakan tanah perbukitan Gunung Baros saja, tidak ada kerusakan ke rumah-rumah," sambung dia.

Data sementara rumah rusak terdampak bencana gerakan tanah berjumlah 40 unit rumah. Seluruhnya ada 204 unit rumah yang dihuni 232 kepala keluarga (KK) atau 649 jiwa.

Selain itu, dua masjid, Sekolah Dasar Negeri (SDN), Madrasah Diniyah (MD), PAUD dan Posyandu mengalami kerusakan retak pada dinding dan lantainya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X