Mal dan Pusat Perbelanjaan di DIY Selama PTKM Tutup Pukul 19.00 WIB

Kompas.com - 11/01/2021, 20:43 WIB
Kasat pol PP DIY Noviar Rahmad ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan,Yogyakarta Kompas.com/Wisang Seto PangaribowoKasat pol PP DIY Noviar Rahmad ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan,Yogyakarta

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) mulai memberlakukan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM), Senin (11/1/2021).

Selama PTKM tersebut, mal dan tempat perbelanjaan wajib tutup pukul 19.00 WIB.

Kendati demikian, ada pengecualian untuk rumah makan dan restoran.

"Untuk rumah makan restoran kapasitas 25 persen sampai jam 19.00 tapi setelah jam 19.00 masih diperkenankan layanan delivery atau antar. Beli dibawa pulang," ujarnya kepada wartawan, Senin.

Baca juga: Terjadi Antrean, Pasien Covid-19 di DIY Harus Dirawat Lama di IGD

Noviar mengatakan, aturan take away tersebut juga berlaku di kafe dan angkringan.

" Angkringan juga sama perlakuannya ya take away," imbuh dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) memberlakukan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) mulai 11 Januari hingga 25 Januari 2021 di seluruh wilayahnya.

Kebijakan itu diambil untuk merespons instruksi Menteri Dalam Negeri soal pembatasan kegiatan masyarakat. Pemberlakuan PSTKM berdasarkan Instruksi Gubernur DIY nomor 1/INSTR/2021.

Baca juga: Warga Yogyakarta Diminta Tak Timbun Sembako Selama PTKM Berlaku

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menyatakan, kebijakan itu diambil setelah ada rapat bersama dengan bupati dan wali kota.

“Di DIY, kabupaten dan kota siap melaksanakan. Nanti akan ditindaklanjuti dengan instruksi gubernur kepada bupati dan wali kota. Bupati, walikota implementasi di lapangan,” kata Aji melalui zoom meeting, Kamis (7/1/2021).

Aji menjabarkan, dalam instruksi gubernur tersebut berisi soal pembatasan jumlah kapasitas di perkantoran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Asal Usul Nama Jakabaring Palembang, Berawal dari 4 Suku

Regional
Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X