Kompas.com - 11/01/2021, 15:49 WIB
- KOMPAS TV-

KOMPAS.com - Duka menyelimuti Nanik Mardiyah (57), warga asal Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Diketahui putri dan dua cucunya, Rahmania Ekananda (40), Fazila Ammara (6), dan Fathima Ashalina (2,5), serta pengasuh cucunya, Dinda Amelia (16), merupakan penumpang Sriwijaya Air SJ 182 yang dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Foto keluarga anaknya dipegang erat di genggaman. Pandangannya sayu mengingat kembali nasib putri dan cucunya yang hingga kini belum diketahui nasibnya.

Baca juga: Kisah Ihsan dan Putri, Pengantin Baru Penumpang Sriwijaya Air, Hendak Ngunduh Mantu, tapi...

Rahmania hendak pulang ke rumahnya di Pontianak. Suami Rahmania, Kolonel Ahmad Khaidir merupakan seorang perwira TNI AU yang bertugas di Lanud Supadio Pontianak.

Khaidir mendapat promosi dan diharuskan bekerja di luar daerah.

Baca juga: Dia Tak Seharusnya di Penerbangan Itu, Jadwalnya Tiba-tiba Diganti

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hilang kontak

Nanik ingat betul saat anaknya menghubungi beberapa hari lalu yang mengabarkan tentang hasil tes usap (swab) yang ternyata negatif.

Tes itu sebagai persyaratan naik pesawat. Empat orang itu bersiap berangkat dari Jakarta ke Pontianak.

Baca juga: Yusrilanita Jatuh Pingsan Tahu Sriwijaya Air yang Ditumpangi Anak, Menantu, Besan, dan Cucunya Hilang Kontak

Pada Sabtu, putri pertamanya itu juga mengirimkan foto cucu-cucunya yang tengah menunggu di ruang tunggu.

Namun, Sabtu sore, Nanik panik karena tidak dapat menghubungi putri pertamanya itu.

Beberapa kali nomor telepon putrinya dihubungi, tapi tidak diangkat. Hingga kemudian, ia mencoba menghubungi menantunya.

Menantunya mengabarkan bahwa pesawat yang ditumpangi Rahmania hilang kontak.

"Bu, pesawatnya lost contact, saya tidak bisa berbicara banyak, Bu," ujar Nanik menirukan ucapan menantunya, dikutip dari Antara, Minggu (10/1/2021).

Baca juga: Sebelum Lepas Landas, Indah Kirim Foto Sayap Sriwijaya Air yang Hilang Kontak dan Bilang Doakan Ya

Segera mungkin dia mencari informasi di televisi dan internet. Namun, saat itu informasi masih minim.

Barulah sekitar maghrib mulai banyak informasi yang menyebutkan sekaligus membenarkan bahwa pesawat yang ditumpangi Rahmania lost contact.

Nanik mengaku tidak bisa tidur nyenyak memikirkan nasib anak dan cucu-cucunya.

Semalaman menunggu kabar kepastian nasib mereka. Tubuh letih kurang istirahat pun diabaikannya demi mendapatkan kepastian kabar.

Anggota keluarga lainnya juga berkumpul, mendampingi Nanik. Semenjak suaminya meninggal dunia, Nanik tinggal seorang diri. Tiga anaknya semua di perantauan.

Nanik menyebut, anaknya adalah sosok yang suka berbagi kepada orang lain dan perhatian pada orangtuanya.

"Yang tidak bisa saya lupakan, dia suka memberi, selalu berbagi kepada orang lain," kata Nanik.

Dwi Agung, paman dari korban mengatakan, pihak TNI sudah bersedia menyiapkan fasilitas kendaraan jika keluarga di Kediri ingin ke Jakarta guna memastikan kabar terbaru.

Namun, karena kondisi, akhirnya tawaran itu ditolak. Keluarga sudah meminta agar anak ketiga Nanik yang di Denpasar, Bali, mengurus masalah tersebut bersama dengan suami Rahmania.

"Sebetulnya tadi malam semua ajudan suaminya (suami Rahmania) sudah kontak, tapi yang di sana (Jakarta) ngurusi adiknya," kata Dwi Agung.

Kini, keluarga berharap keajaiban dari kejadian tersebut, yaitu Rahmania, anak, serta pengasuh bisa ditemukan.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jurusan Jakarta-Pontianak dinyatakan hilang kontak pada Sabtu.

Sesuai dengan jadwal, pesawat berangkat jam 14.36 WIB dan tiba di Pontianak jam 15.44 WIB.

Namun, pesawat hilang kontak pada jam 14.44 WIB dengan titik terakhir di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X