Jalur Puncak Bogor yang Tertutup Longsor Sudah Bisa Dilalui Kendaraan

Kompas.com - 11/01/2021, 12:52 WIB
Bencana tanah longsor menerjang Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB. Dok. BPBD Kabupaten BogorBencana tanah longsor menerjang Kawasan Puncak Bogor, Jawa Barat pada Minggu (10/1/2021) sekitar pukul 23.30 WIB.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Material longsor yang sempat menutup jalur Puncak Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/1/2021) malam, sudah bisa diatasi.

Pada Senin (11/1/2021), jalur yang sempat tertutup longsor sudah bersih dan bisa dilalui kendaraan.

"Hari ini, jalur menuju Riung Gunung, Puncak Bogor sudah dapat dilalui oleh kendaraan, baik roda dua, roda empat dan roda enam," ucap Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin.

Baca juga: Longsor Susulan di Sumedang Masih Berpotensi Terjadi

Kendati demikian, menurut Dicky, masyarakat dan pengguna jalan raya harus tetap berhati-hati dan waspada saat melintas jalur menuju Puncak dalam kondisi cuaca hujan.

Dicky memastikan bahwa saat ini arus kendaraan baik dari arah Jakarta menuju kawasan Puncak Pass atau sebaliknya sudah bisa melintas.

Sebelumnya, kendaraan yang akan menuju Puncak Pass atau Cianjur dan sebaliknya sempat mengalami kemacetan karena terhambat longsor.

Baca juga: Puncak Bogor Longsor, Jalur ke Puncak Pass Lumpuh dari Dua Arah

Saat insiden itu terjadi, Polres Bogor melakukan rekayasa lalu lintas menuju Puncak Pass dan kendaraan sempat diarahkan lewat jalur Transyogi atau jalur Jonggol-Cariu. 

"Material longsoran tanah yang sempat menutup badan jalan sudah dibersihkan melibatkan personel Polsek Cisarua, personel Lantas, Dinas Damkar dan pemerintah," ujar Dicky.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor M Adam Hamdani mengatakan, bencana longsor itu terjadi tepatnya di Desa Tugu Selatan, Cisarua atau di antara jalur tikungan Riung Gunung.

"Longsornya di Bedengseng, Riung Gunung, jadi di perkebunan teh gitu sih. Antara Riung Gunung dan Masjid Atta'awun," kata Adam saat dihubungi Senin dini hari.

Baca juga: 3 Fakta Kasus Pembunuhan Perempuan Hamil di Halaman Masjid di Medan

Adam menjelaskan, longsoran tersebut berasal dari sumber mata air atau drainase yang sehari-hari sering digunakan oleh warga.

Adam menduga bahwa saluran air tersebut tersumbat, sehingga air meluap dan membuat longsoran tanah di jalur tebing yang ada di kawasan Puncak.

Padahal, menurut Adam, kondisi cuaca saat itu sedang cerah dan tidak terjadi hujan seperti biasanya.

"Memang tidak terlalu tinggi tebingnya, cuma informasi sementara dari anggota di lokasi, memang di atas itu ada selokan, terus mungkin juga ada sumber air karena warga suka ambil air di situ. Nah, ada yang tersumbat kayaknya, akhirnya meluaplah lari mencari jalur sendiri," kata Adam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X