Fakta Terbongkarnya Penipuan CPNS Jatim, Ada 75 Korban, Dimintai Rp 50 Juta Per Orang

Kompas.com - 09/01/2021, 07:40 WIB

KOMPAS.com- Polisi membongkar aksi penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Jawa Timur.

Tak tanggung-tanggung, tercatat ada 75 korban dalam kasus ini. 

Pelaku berinisial KRH kini telah ditangkap oleh anggota Polresta Sidoarjo.

Baca juga: Aksi Penipuan CPNS Pemprov Jatim Terbongkar, Ada Tes Tulis hingga SK Palsu Gubernur Jatim

Setahun menipu 75 korban

Ilustrasi penipuanShutterstock/Twinster Photo Ilustrasi penipuan
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Wahyudin Latif menjelaskan, pelaku KRH rupanya sudah melakukan penipuan sejak 2019.

Selama kurang lebih setahun, KRH mengaku telah menipu 75 korban yang ingin menjadi PNS Provinsi Jatim.

Ia sendiri mengaku sebagai mantan pegawai Pemprov Jatim.

Masing-masing korban dimintai uang dalam jumlah bervariasi, mulai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta.

Uang itu digunakan agar mereka bisa diterima sebagai pegawai negeri.

Padahal kenyataannya, uang digunakan pelaku untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Dijebloskan oleh Anak Kandungnya ke Penjara, Ibu: Wajahnya Kena Kuku Saya

 

Ilustrasi menulis.SHUTTERSTOCK Ilustrasi menulis.
Tes tertulis hingga SK palsu gubernur

Untuk lebih meyakinkan korbannya, KRH menggelar tes tertulis abal-abal.

Ia juga mencetak SK palsu gubernur Jawa Timur.

"Setelah membayar, korban diminta mengikuti tes di sebuah hotel lalu diberi SK Gubernur Jatim yang diketahui palsu," tutur Wahyudin.

KRH lalu meminta korban mencarikan korban lain yang menginginkan menjadi pegawai negeri.

"Jika pelaku dapat seorang korban, korban tersebut diminta mencari korban lainnya dengan iming-iming imbalan uang," kata dia.

Baca juga: Kaget, Bayi Tiba-tiba Keluar Saat Hendak Buang Air, Dedeh: Saya Enggak Hamil

Diintai polisi sebulan

Ilustrasi polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi polisi

Sebelum menangkap KRH, polisi ternyata sudah mengintainya selama sebulan.

Sebab KRH selalu berpindah-pindah untuk menghindari kejaran polisi.

"Pelaku berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak," kata Wahyudin.

Namun KRH akhirnya ditangkap pada 28 Desember 2020 lalu di rumahnya di Kecamatan Krian Sidoarjo.

KRH dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan atau penggelapan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor: Robertus Belarminus)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Ganjar Bentuk Timsus untuk Atasi Masalah Pembebasan Lahan Proyek Tol Semarang-Demak

Regional
Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Rombongan Benchmarking Sumedang Bertolak ke Helsinki, Bupati Dony: Kami Akan Adopsi Best Practices Finlandia

Regional
Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Mobil Dinas Camat Sudah Tak Layak Jalan, Pemkab Bojonegoro Siapkan 28 Toyota Rush Senilai Rp 7,72 Miliar

Regional
Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Program Puspa, Inovasi Dinas Kesehatan Jabar untuk Atasi Covid-19

Regional
Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Disparbud Trenggalek Gelar FGD untuk Edukasi 35 Kades tentang Pengembangan Desa Wisata

Regional
Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Rumahnya Direnovasi Bobby Nasution, Warga Medan Labuhan: Kedatangan Pak Wali Membawa Berkah

Regional
Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Bupati Jekek Tegaskan Wonogiri Manfaatkan KPJ untuk Tekan Angka Kematian Bayi

Regional
Bupati Jekek: Dengan 'Telunjuk Sakti' Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Bupati Jekek: Dengan "Telunjuk Sakti" Pelayanan Administrasi Kependudukan Hanya 15 Menit

Regional
Zona Blok Masela dan Potensi 'Provinsi Prisai' Indonesia

Zona Blok Masela dan Potensi "Provinsi Prisai" Indonesia

Regional
Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Riau Lampaui Target Investasi, Gubri Minta Pemerintah Pusat Bantu Bangun Infrastruktur

Regional
Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Pemprov Riau Hibahkan 3 Unit Eks Venue kepada UIR

Regional
Cianjur: Build Back Better

Cianjur: Build Back Better

Regional
Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi ke Australia Senilai 2,7 Juta Dollar AS, Mendag Zulkifi: Kita Patut Bangga

Regional
Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Upaya Dinkes Jawa Barat Mewujudkan Zero Stunting

Regional
BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

BERITA FOTO: Tangis Pilu Deden, Anak dan Istrinya Tewas Tertimbun Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.