Sungai Mendadak Meluap, Pengunjung Air Terjun Curup Air Hitam Nyaris Hanyut

Kompas.com - 09/01/2021, 07:39 WIB
Seorang pengunjung objek wisata air terjun Curup Air Hitam di Desa Aromantai Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan yang nyaris hanyut terbawa arus sungai saat dievakuasi oleh warga setempat, Jumat (8/1/2021). HANDOUT/BPBD SUMSELSeorang pengunjung objek wisata air terjun Curup Air Hitam di Desa Aromantai Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan yang nyaris hanyut terbawa arus sungai saat dievakuasi oleh warga setempat, Jumat (8/1/2021).

OKU SELATAN, KOMPAS.com - Seorang pengunjung objek wisata air terjun Curup Air Hitam di Desa Aromantai Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan nyaris hanyut terbawa arus sungai.

Sebab, sungai yang ada di lokasi mendadak meluap lantaran debit air meninggi akibat curah hujan deras.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Ansori mengatakan, peristiwa itu berlangsung pada Jumat (8/1/2021) kemarin.

Mulanya, pengujung bernama Yanti (25) yang tercatat sebagai Desa Kemu Kecamatan Pulau Beringin, Kabupaten OKU Selatan berkunjung ke objek wisata air terjun bersama dua orang temannya yang lain.

Baca juga: Nenek Darwati Menangis Tersedu Saat Tahu Namanya Dicoret dari Data Penerima Bansos Kemensos

Pengunjung hampir hanyut, ketakutan dan menangis

Namun, sekitar pukul 16.30WIB, debit air dari atas lokasi objek wisata itu mendadak meluap hingga menyebabkan Yanti dan teman-temannya kocar-kacir menyelamatkan diri.

Yanti langsung menaiki gundukan bukti yang ada di sebelah air terjun karena nyaris terbawa arus sungai. Sementara, temannya berada di seberang sungai dan berhasil menepi. 

Karena ketakutan Yanti pun menangis dan meminta pertolongan lantaran air yang berada di sungai sangat deras.

"Satu jam setelah kejadian, korban berhasil dievakuasi dengan selamat oleh warga setempat," kata Ansori saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Sabtu (9/1/2021).

Baca juga: DIY Pastikan Tetap Buka Destinasi Wisata Selama Pembatasan Kegiatan Jawa-Bali

Curah hujan tinggi

Ansori mengungkapkan, luapan sungai itu disebabkan karena curah hujan yang cukup tinggi terjadi beberapa hari terakhir di desa tersebut. 

Tumpukan air yang tak lagi terbendung, membuat kawasan aliran sungai menjadi meluap dan menyebabkan arus deras terjadi di objek wisata air terjun.

"Sebelum kejadian di bagian hulu memang terlihat gelap namun tak ada tanda-tanda air akan pasang hingga tanpa disadari oleh pengunjung dilokasi air meluap,"ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, Ansori pun mengimbau kepada wisatawan untuk lebih berhati-hati lagi ketika berkunjung terlebih lagi ketika memasuki musim penghujan.

"Sekarang situasinya sudah kembali normal dan tidak ada korban jiwa. Kami minta warga untuk tetap waspada, jika terjadi hujan lebih baik tidak dulu datang ke lokasi air terjun," imbuhnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X