Usai Pembatalan Paslon Suara Terbanyak, Polisi Jaga Ketat Kantor KPU Bandar Lampung

Kompas.com - 09/01/2021, 06:38 WIB
Aparat kepolisian berjaga di Kantor KPU Bandar Lampung pasca pembatalan paslon peraih suara terbanyak itu sebagai peserta Pemilukada, Jumat (8/1/2021) malam. KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Aparat kepolisian berjaga di Kantor KPU Bandar Lampung pasca pembatalan paslon peraih suara terbanyak itu sebagai peserta Pemilukada, Jumat (8/1/2021) malam.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Puluhan polisi menjaga ketat Kantor Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Bandar Lampung setelah pembatalan paslon nomor 03, Eva Dwiana - Deddy Amarullah, sebagai peserta Pilkada.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (8/1/2021) sekitar pukul 21.45 WIB, puluhan aparat dari Polsek Sukarame dan Sabhara Polresta Bandar Lampung berjaga di kantor KPU Bandar Lampung di Jalan Pulau Sebesi, Kecamatan Sukarame.

Penjagaan ini untuk antisipasi terjadinya konflik usai KPU Bandar Lampung memutuskan menjalani putusan Bawaslu Lampung terkait pembatalan paslon peraih suara terbanyak Pilkada Kota Bandar Lampung.

Baca juga: Ikuti Putusan Bawaslu, KPU Bandar Lampung Batalkan Pemenang Pilkada Sebagai Peserta

Ketua KPU Bandar Lampung Dedy Triyadi mengatakan, dasar dari keputusan pihaknya untuk menjalani putusan itu adalah Pasal 135 ayat 4 UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

"Sesuai undang-undang, KPU kota wajib menjalankan putusan Bawaslu, dalam hal ini adalah poin tentang pembatalan paslon nomor 03," kata Dedy.

Dedy menambahkan, pembatalan ini berlaku sejak Jumat (8/1/2021). Paslon bisa mengajukan banding ke Mahkamah Agung (MA) terkait pembatalan tersebut.

Kuasa hukum paslon nomor 03, Juendi Leksa Putra, mewakili kliennya berharap pendukung untuk tetap tenang dan menyerahkan pada kepastian hukum.

Baca juga: Putusan Bawaslu Lampung terhadap Pemenang Pilkada Membuat Warga Kebingungan

"Kami minta kepada warga Bandar Lampung untuk tetap tenang hingga ada kepastian hukum dengan menunggu keputusan MA," kata Juendi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita di Medan karena Tak Terima Dikomplain, Ini Kronologinya

Regional
Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Kembali Dilantik Jadi Wali Kota Semarang, Hendi Paparkan Program Jangka Pendek

Regional
Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Berkunjung ke Tamborasi, Sungai Terpendek di Dunia yang Ada di Kolaka

Regional
Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Cerita di Sepiring Nasi Pecel, dari Suguhan Ki Gede Pemanahan hingga Ditulis di Serat Centhini

Regional
Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Lantik Terdakwa Korupsi sebagai Wakil Bupati, Ini Kata Gubernur Sumsel

Regional
Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Gegara Sakit Hati, Seorang Oknum Polisi Bunuh 2 Wanita Sekaligus, Ini Faktanya

Regional
Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Jejak Sejarah Loji Gandrung, Rumah Dinas Wali Kota Solo yang Akan Ditempati Gibran

Regional
Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Kesaksian Ketua RT soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Surabaya

Regional
Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Malam Terang di Pantai Cacalan Banyuwangi

Regional
Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Ini 8 Bangunan Sejarah di Kota Sematang, dari Toko Oen hingga Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas

Regional
Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Sandiwara Pembantu yang Bunuh Majikannya, Tusuk Diri Sendiri dan Mengaku Diperkosa, Malah Jadi Tersangka

Regional
Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Sederet Cerita Pelantikan Para Kepala Daerah, Tangan Diborgol dan Beri Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Longsor di Cipager Garut, Total 109 Rumah Warga Terdampak

Regional
Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Cerita Lansia Pertama yang Disuntik Vaksin di Yogyakarta

Regional
Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Usai Gibran Dilantik Menjadi Wali Kota Solo, Ini Kata Rudy...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X