2 Tahun Kabur karena Korupsi, Eks Kepala Dinas Buru Selatan Ditangkap di Jakarta

Kompas.com - 09/01/2021, 06:00 WIB
Mantan Kepala Dinas Kehutanan Buru Selatan, Maluku, Muhamad Tuasamu yang juga terpidana korupsi dana reboisasi dan pengkayaan lahan tahun 2010 lahirnya ditangkap dan dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Kelas II A Ambon, Jumat (8/1/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMantan Kepala Dinas Kehutanan Buru Selatan, Maluku, Muhamad Tuasamu yang juga terpidana korupsi dana reboisasi dan pengkayaan lahan tahun 2010 lahirnya ditangkap dan dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Kelas II A Ambon, Jumat (8/1/2021)

KOMPAS.com - Pelarian terpidana korupsi dana reboisasi dan pengayaan hutan di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Muhamad Tuasamu berakhir setelah dua tahun.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan ini diringkus tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku di tempat persembunyiannya di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021).

"Mantan Kadis Kehutanan Buru Selatan dia telah menjadi DPO sejak 2018, jadi sudah dia tahun buron," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, M Rudi saat dikonfirmasi, Jumat.

Tuasamu diterbangkan ke Kota Ambon dan dibawa ke Kejati Maluku pada Jumat (8/1/2021).

Tuasamu tiba di Kejati Maluku menggunakan mobil tahanan yang dikawal sejumlah petugas sekitar pukul 16.00 WIT.

Baca juga: Soal Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Pengusaha Mal: Surabaya Bukan Episentrum Covid-19

Ia mengenakan rompi tahanan merah, kedua tangannya diborgol. Ia pun langsung menandatangani berita acara penahanan.

Setelah itu, Tuasamu dibawa ke Lapas Kelas II A Ambon.

Rudi mengatakan, Tuasamu dipenjara selama tujuh tahun sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2480 K/PID.SUS/2017 pada 10 Januari 2018.

Tuasamu juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider enam bulan penjara.

Namun, Tuasamu kabur saat putusan MA terbit. Kejati Maluku memasukkan namanya dalam daftar pencarian orang (DPO).

 

Akibat perbuatan Tuasamu, negara mengalami kerugian hingga Rp 2 miliar.

Dalam kasus ini, pelaksana teknis kegiatan Risky Polanamu telah menjalani hukuman.

Baca juga: 2 Tahun Bersembunyi di Jakarta, Terpidana Korupsi Dana Reboisasi Buru Selatan Ditangkap

Kejati Maluku masih memburu buronan lainnya, yakni bendahara pengeluaran Syarif Tuharea yang masih buron.

"Dalam perkara ini hanya tinggal satu yang masih buron. Saya mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri karena tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Rudi.

(KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTY)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X