Kompas.com - 08/01/2021, 20:18 WIB
Mantan Kepala Dinas Kehutanan Buru Selatan, Maluku, Muhamad Tuasamu yang juga terpidana korupsi dana reboisasi dan pengkayaan lahan tahun 2010 lahirnya ditangkap dan dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Kelas II A Ambon, Jumat (8/1/2021) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYMantan Kepala Dinas Kehutanan Buru Selatan, Maluku, Muhamad Tuasamu yang juga terpidana korupsi dana reboisasi dan pengkayaan lahan tahun 2010 lahirnya ditangkap dan dieksekusi Kejati Maluku ke Lapas Kelas II A Ambon, Jumat (8/1/2021)

AMBON, KOMPAS.com - Terpidana korupsi dana reboisasi dan pengayaan hutan di Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, Muhamad Tuasamu ditangkap setelah dua tahun menjadi buronan Kejaksaan Tinggi Maluku.

Mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan ini ditangkap tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung dan Kejati Maluku di tempat persembunyiannya di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2021).

Setelah ditangkap, Tuasamu diterbangkan ke Kota Ambon. Ia langsung dibawa ke Kantor Kejati Maluku pada Jumat (8/1/2021).

Pantauan Kompas.com di kantor Kejati Maluku, Tuasamu tiba dengan mobil tahanan yang dikawal sejumlah petugas pada pukul 16.00 WIT.

Baca juga: Positif Covid-19, Wagub Maluku Jalani Karantina Mandri, Tetap Bekerja dari Rumah

Ia mengenakan rompi tahanan merah, kedua tangannya diborgol. Ia langsung dibawa ke dalam Kantor Kejati Maluku untuk menandatangani berita acara penahanan.

Setelah itu, Tuasamu dibawa ke Lapas Kelas II A Ambon.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, M Rudi mengatakan, Tuasamu dihukum pidana penjara selama tujuh tahun sesuai putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2480 K/PID.SUS/2017 pada 10 Januari 2018.

Selain itu terpidana juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 200 juta dengan subsider 6 bulan penjara.

 

Setelah putusan MA keluar, terpidana memilih kabur. Kejati Maluku lalu menetapkannya sebagai DPO.

"Mantan Kadis Kehutanan Buru Selatan dia telah menjadi DPO sejak 2018, jadi sudah dia tahun buron," kata Rudi saat dikonfirmasi, Jumat.

Kasus korupsi dana reboisasi di Dinas Kehutanan Kabupaten Buru Selatan itu disebut merugikan negara sebesar Rp 2 miliar.

Baca juga: Pengusaha Mal Protes Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Terancam Kehilangan Separuh Omzet

Dalam kasus ini pelaksana teknis kegiatan, Risky Polanunu juga telah dieksekusi dan menjalani hukuman.

Sedangkan satu terpidana lainnya yakni bendahara pengeluaran, Syarif Tuharea masih buron.

"Dalam perkara ini hanya tinggal satu yang masih buron. Saya mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri karena tidak ada tempat untuk bersembunyi," kata Rudi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X