Banyak Kasus Covid-19 Ditutup-tutupi, Gugus Tugas Karawang Kesulitan "Tracing"

Kompas.com - 08/01/2021, 19:17 WIB
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Fitra Hergyana KOMPAS.com/FARIDAJuru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Fitra Hergyana

KARAWANG, KOMPAS.com - Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Karawang Fitra Hergyana menyebut kendala dalam proses pelacakan kasus virus corona. Salah satunya instansi yang tak terbuka dan terkesan ditutup-tutupi.

Fitra menilai sikap tertutup tersebut menjadi penyebab terlambatnya proses tracing. Padahal hal ini bisa memicu angka kasus Covid-19 terus meningkat.

"Bukan apa-apa, kita untuk memutus mata rantai (penyebaran Covid-19). Jadi gak usah ditutup-tutupi," ungkap Fitra di RSUD Karawang, Jumat (8/1/2021).

Sifat tak terbuka ini, kata Fitra, cenderung terjadi pada klaster perkantoran. Pada kasus di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) misalnya, karena terlambat melapor ke satgas, pelacakan kasus Covid-19 pun kadi lambat.

"Terungkap setelah 14 hari, jadi melewati masa inkubasi," ucap dia.

Baca juga: Klarifikasi Unsika Usai 40 Orang Positif Covid-19 Pasca-kegiatan Kampus

Klaster Bank Bukopin

Kasus serupa juga terjadi di Bank Bukopin Karawang. Fitra menyebut ada laporan dari masyarakat ke Satgas Penanganan Covid-19 Karawang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami langsung memanggil Kepala Cabang (Bank Bukopin)-nya untuk menghadap gugus tugas (satgas)," ujar Fitra.

Fitra mengungkap ada 8 orang yang positif Covid-19 di Bank Bukopin Karawang. Itu pun belim dilakukan tracing oleh satgas.

"Itu belum tracing," ungkapnya.

Meski begitu, kata dia, petugas tracing kasus virus corona di Karawang cukup. Selain satgas, petugas puskesmas di 30 kecamatan di Karawang sudah terlatih.

"Cukup," kata dia.

Baca juga: Pelaku Ekshibisionisme di Karawang Tertangkap, Ternyata Pengangguran

Diketahui, hingga Kamis (7/1/2021) kasus Covid-19 di Karawang sebanyak 6.788 orang, naik 72 dari hari sebelumnya.

Rinciannya 23 isolasi mandiri, 1.246 dalam perawatan, 5.189 sembuh, dan 230 orang meninggal dunia.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan siaga 1 Covid-19 bagi Karawang dan Depok.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X