Pencuri yang Tewas Dipukul Talenan Pemilik Rumah dan Satpam Alami Gangguan Jiwa

Kompas.com - 08/01/2021, 17:48 WIB
Ibu Yovanry, Sumarni saat berada di kamar almarhum anaknya di kediamannya di kompleks sekolah Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Jumat (08/01/2021). KOMPAS.COM/Teguh PribadiIbu Yovanry, Sumarni saat berada di kamar almarhum anaknya di kediamannya di kompleks sekolah Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Jumat (08/01/2021).

SIMALUNGUN, KOMPAS.com - Sosok Youvanry Aldyryansyah Purba (21) telah pergi untuk selamanya. Ibunya, Sumarni mengenang anaknya yang tewas saat tragedi penganiayaan oleh pemilik rumah dan 3 oknum satpam. 

Sumarni mengenang, almarhum anaknya mengalami gangguan kejiwaan sejak 3 tahun belakangan ini. Namun karena keterbatasan biaya ia tidak dibawa berobat secara intensif atau tidak direhabilitasi.

Baca juga: Detik-detik Pencuri Tewas Setelah Diikat hingga Dipukul Pakai Talenan

Terakhir ia hanya dibawa konseling ke klinik dan menerima obat resep dokter. Setelah mengonsumsi obat, menurut Sumarni, belakangan kondisi Youvanry sedikit mulai membaik. Namun tak jarang ia menolak mengonsumsi obat apalagi saat alami sakit ringan seperti demam.

"Seperti orang gila gitu, ya sudah mengalami seperti itulah dia. Namun sudah setahun belakangan ini dia sudah sedikit berubah. Cuma dia tidak pernah mau keluar rumah lagi. Disuruh pangkas nggak mau. Nanti kalau mandi, mau sampai berminggu-minggu. Kurang mau lah dia untuk bicara," kata Sumarni ditemui di kediamannya, Kelurahan Serbelawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Jumat (08/01/2021).

Kepribadian Youvanry sejak mengalami depresi membuat keluarga terpukul. Perubahan drastis dialami Yovanry, mulai menolak bicara dan enggan bersosialisasi dengan orang-orang sekitar.

Suatu kali, kata Sumarni, Yuovanry pernah pergi dari rumah lalu berjalan kaki ke Kota Siantar dengan membawa tas ransel berisi buku bekas dan foto keluarganya.

“Pernah keluar rumah jam sembilan malam jalan kaki ke Siantar bawa tas ransel. Isi tasnya buku-buku bekas, atlas, buku yasin kecil, foto-foto Bu Leknya,” kata Sumarni.

Selama mengalami depresi, Youvanry sehari-hari mendengarkan musik di kamar tidurnya dengan volume maksimal. Menurut Sumarni, setelah mendengarkan musik dengan suara kencang, Youvanry terlihat tenang.

Meski demikian, kata Sang Ibu, ada yang sangat disukai Youvanry semasa hidupnya, yaitu sepeda motor Honda Cup 70. Sepeda motor tua miliknya itu terkadang hanya dibawa keliling seputar halaman rumah.

“Setiap hari mengendarai sepeda motor bututnya hanya keliling depan rumah. Ya, nanti kalau keluar dari pintu hidupkan kereta (sepeda motor) hanya depan rumah ini saja, sekali sampai dua kali keliling depan rumah, ya udah berhenti dan masuk rumah lagi," jelasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X