Kompas.com - 08/01/2021, 13:40 WIB
Tangkapan layar video kemunculan harimau sumatera di blok hutan Sei Kelam, Resort Bahorok memangsa cadaver atau bangkai sisa lembu pada 19 Desember 2020. Di tempat tersebut seekor lembu warga di desa tersebut dimangsa harimau. IstimewaTangkapan layar video kemunculan harimau sumatera di blok hutan Sei Kelam, Resort Bahorok memangsa cadaver atau bangkai sisa lembu pada 19 Desember 2020. Di tempat tersebut seekor lembu warga di desa tersebut dimangsa harimau.

MEDAN, KOMPAS.com - Terjadinya konflik harimau memangsa ternak milik warga di Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara, bukan kali pertama.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) mencatat, dalam 2 tahun telah ada 12 ekor lembu dimangsa harimau di sejumlah desa di kecamatan tersebut.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab harimau memangsa ternak warga.

Baca juga: Resmi Bebas dari Lapas, Begini Kesan Pertama Abu Bakar Baasyir

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Langkat, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Herbert Aritonang mengatakan, penyebabnya ada banyak faktor, baik akumulasi atau faktor yang berdiri sendiri.

Begitu juga dengan kurangnya pakan harimau di dalam hutan.

"Ada banyak faktornya, bisa akumulasi, kurangnya pakan atau prey bisa juga penyebabnya. Atau bisa juga harimau remaja yang belajar berburu. Butuh kajian dari ahlinya," kata Herbert kepada wartawan, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Kisah Sarjana MIPA yang Jadi Pemulung, Mengecewakan Ibu hingga Raih Kalpataru

Meski demikian, menurut dia, harimau memiliki sifat oportunistik, sehingga akan mencari mangsa yang lebih mudah.

Sebagaimana yang terjadi selama ini, lembu ternak warga diikat di pinggir hutan, sehingga mudah dimangsa.

BBKSDA mengimbau masyarakat untuk mengubah pola beternak.

Ternak digembalakan pada pagi hingga sore, namun tetap diawasi. Kemudian saat menjelang gelap hingga subuh, lembu dikandangkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X