Pemkab Sukoharjo Batasi Kegiatan Masyarakat Mulai 9 Januari, Lebih Awal dari Pemerintah Pusat

Kompas.com - 07/01/2021, 18:44 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo juga sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIJuru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo juga sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo, Jawa Tengah akan melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat lebih awal dari pemerintah pusat, pada Sabtu (9/1/2021).

Diketahui, pemerintah pusat baru akan melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat Jawa-Bali pada 11 hingga 25 Januari 2021.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati menerangkan alasan melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat lebih awal karena perkembangan kasus Covid-19 di Sukoharjo yang terus menunjukkan peningkatan.

Baca juga: Gubernur Gorontalo Minta Masyarakat Tidak Termakan Hoaks Vaksinasi

Alasan lainnya adalah karena jumlah angka kasus kematian Covid-19 jauh di atas nasional dan angka kesembuhan di bawah nasional.

"Melihat evaluasi kondisi terkini di Sukoharjo itu memang kemarin-kemarin situasinya naik turun. Sempat kita di zona merah, lalu akhir kemarin di zona oranye, tetapi ternyata angka kematian kita jauh di atas nasional. Lalu angka kesembuhan sedikit di bawah nasional dan peningkatan kasus sedemikian juga. Jadi disepakati seandainya kita bisa melakukan lebih cepat lebih baik," kata Yunia saat dihubungi Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Dalam pelaksanaannya, lanjut Yunia, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dibantu aparat kepolisian dan TNI akan membantu masyarakat, utamanya yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala dan harus melaksanakan isolasi mandiri di rumah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena kita ketahui untuk Sukoharjo ini yang banyak adalah kasus positif tanpa gejala yang saat ini mereka melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara klaster yang berkembang yang besar di Sukoharjo juga klaster rumah tangga," terang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Baca juga: 11 Ribu Dosis Vaksin Covid-19 Telah Tiba di Palu, Prioritas untuk Nakes

Apabila ada masyarakat positif Covid-19 tanpa gejala tidak bisa melaksanakan isolasi mandiri di rumah dengan baik, maka didorong untuk isolasi mandiri di tempat karantina terpusat yang disiapkan pemerintah daerah maupun provinsi.

Pihaknya juga akan melakukan edukasi terhadap pelaku usaha maupun tempat usaha misalnya toko modern, rumah makan dan lainnya.

Selama kebijakan ini diterapkan, jam operasional akan dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.