Kompas.com - 07/01/2021, 18:11 WIB
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHBupati Sumedang Dony Ahmad Munir. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Angka kasus kematian akibat virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat sebesar 4,13 persen.

Angka ini, lebih tinggi dari persentase tingkat nasional yang hanya 3 persen.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, tingginya angka kasus kematian ini menjadi salah satu alasan Kabupaten Sumedang akan memberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri.

PPKM ini, kata Dony, akan mulai diberlakukan sejak 11-25 Januari 2021.

"Karena Sumedang juga sudah sebulan ini berada di zona oranye dan kasusnya masih terus bertambah maka kami putuskan di Sumedang akan diberlakukan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat," ujar Dony kepada Kompas.com usai rapat dengan Satgas Penanganan Covid-19 Sumedang di Pendopo IPP, Kamis (7/1/2021) sore.

Baca juga: Hoaks Jika Divaksin Sinovac Akan Meninggal Beredar Luas, Bupati Sumedang Turun Tangan

Dony menuturkan, rapat juga dilaksanakan sehubungan dengan ditetapkannya kebijakan PSBB Jawa-Bali oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Namun, kata Dony, untuk pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Sumedang akan menunggu instruksi dari Pemprov Jawa Barat.

"Kepastiannya untuk seluruh wilayah Sumedang akan memberlakukan PPKM terhitung 11-25 Januari. Kebijakannya nanti akan disingkronkan dengan provinsi," tutur Dony.

Dony menyebutkan, aturan PPKM ini akan mengatur jam operasional tempat usaha hingga kembali menerapkan Work Form Home (WFH) bagi perkantoran di seluruh wilayah Kabupaten Sumedang.

"Untuk jam operasional tempat usaha dibatasi hingga pukul 19.00 (WIB), termasuk tempat wisata akan dibatasi, dan perkantoran akan kembali WFH. Kemudian untuk sekolah dan termasuk pesantren tetap daring," tutur Dony.

Baca juga: 1.606 Tenaga Kesehatan di Sumedang Jadi Prioritas Vaksinasi Covid-19

Dony mengatakan, hal yang perlu lebih diwaspadai yaitu adanya klaster dari komunitas masyarakat yang tidak disiplin menjalankan isolasi mandiri.

"Untuk mencegah ini, pemerintah akan mengambil alih. Mereka akan langsung kami isolasi. Bukan di rumah sakit tapi di tempat isolasi khusus yang sudah disiapkan di 26 kecamatan, termasuk di Markas Yonif Raider 301/Prabu Kiansantang," sebut Dony.

Dony mengatakan, ke depan patroli kewilayahan juga akan diintensifkan untuk mencegah adanya kerumunan.

"Penekannya adalah penegakkan disiplin protokol kesehatan melalui sanksi. Kalau ada kerumunan akan langsung dibubarkan," kata Dony. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X