Pembatasan Kegiatan Masyarakat Jawa-Bali, Ini yang Dilakukan Kota Bandung

Kompas.com - 07/01/2021, 12:05 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial saat mengunjungi titik banjir. KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Oded M Danial saat mengunjungi titik banjir.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bandung akan segera merespons keputusan pemerintah pusat terkait rencana pembatasan kegiatan masyarakat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021 sebagai langkah menekan angka penyebaran virus Covid-19.

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bandung (Forkopimda) untuk menentukan kebijakan dan langkah apa saja yang akan diambil terkait pembatasan kegiatan masyarakat Jawa-Bali itu.

"Besok akan dibahas. Tiap kebijakan publik yang diumumkan harus dibahas karena yang langsung ke kita, kebijakannya juga ada keturunannya (di daerah)," kata Oded di Balai Kota Bandung, Kamis (7/1/2021).

Baca juga: Beda Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa-Bali dan PSBB

Di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kota Bandung yang juga Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna mengatakan, pembahasan pelaksanaan PSBB Kota Bandung akan melingkupi pembatasan jam operasional hingga bantuan sosial.

"Operasional nanti ada di pembahasan, lintas batas seperti apa. Untuk bansos, kalau sudah di-handle pusat, provinsi, prinsipnya tidak boleh dobel kalau ada kemendesakan, kita masih ada BTT (anggaran belanja tidak terduga)," ujar Ema.

Ema menambahkan, keputusan pemerintah pusat memasukkan Kota Bandung ke daftar  daerah yang akan diberlakukan PSBB tidak terlepas dari tren positif aktif Covid-19 yang terus meningkat.

"Kalau saya perhatikan dan cermati terhadap yang disampaikan pemerintah pusat diukur dari faktor kematian, tingkat bed occupancy rate di rumah sakit, tingkat konfirmasi aktif keseharian berlaku penilaian secara keseluruhan, Kota Bandung masuk di dalamnya," tuturnya.

Baca juga: Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa dan Bali, Wali Kota Malang: Kita Ngikut...

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanegara menjelaskan, setiap hari masih terjadi penambahan kasus positif aktif Covid-19.

"Positif aktif ada 605 orang. Yang menjalani isolasi mandiri 498 orang. Penambahan kemarin ada 46 orang. Total kumulatif 5.951 kasus. Kita masih di zona oranye karena dinilai terakhir di atas 1,80," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X