Gunungkidul Masuk Daftar Daerah dengan Pembatasan Sosial, Wabup: Minim Kasus Covid-19

Kompas.com - 06/01/2021, 21:55 WIB
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi di Kantornya Kamis (30/7/2020) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOWakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi di Kantornya Kamis (30/7/2020)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com-Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, masuk wilayah yang diperintahkan pemerintah pusat melakukan pembatasan sosial.

Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengaku belum mengetahui kenapa Gunungkidul masuk daerah penetapan pembatasan sosial berskala mikro dari pemerintah pusat.

Sebab, jika dilihat dari data, Gunungkidul paling rendah jumlah warganya terkonfirmasi positif Covid-19.

Namun jika didasarkan kunjungan pariwisatanya tinggi hal itu masih bisa dipahami.

"Tapi bagaimana pun hal ini perlu untuk dikoordinasikan di level gugus tugas kabupaten sebagai bahan masukan kepada Ibu Bupati," kata Immawan melalui keterangan tertulis, Rabu (6/1/2021).

Baca juga: 16 Bulan Bekerja di Kapal Ikan di Taiwan, Pemuda Gunungkidul Meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengakui ada instruksi dari pemerintah pusat untuk melakukan pembatasan mikro.

Kebijakan ini diambil karena beberapa hal, tingkat kesembuhan pasien corona di bawah kriteria nasional 14 persen, hingga tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen. Rencananya pembatasan itu diberlakukan mulai 11-25 Januari mendatang.

Namun demikian, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Sebab, berdasarkan pembahasan melalui video konferensi masih menunggu instruksi dari provinsi sebagai acuan dalam pelaksanaan pembatasan mikro.

"Untuk pembatasan, masih menunggu arahan dan kebijakan dari Pemerintah DIY,” kata Dewi

Dia menyebut, masih ada waktu untuk menetapkan kebijakan pada saat pembatasan mikro dilaksanakan.

“Kan mulai tanggal 11, jadi kami masih ada waktu untuk persiapan sambil menunggu instruksi dari provinsi,” katanya.

Baca juga: Gunungkidul Dapat Jatah 3.396 Vaksin, Bupati Tak Masuk Calon Penerima

Disinggung ketersediaan ruangan ICU dan isolasi, Dewi menyebut jika masih bisa teratasi tanpa memberikan jumlah yang masih tersedia.

Dari data Rabu jumlah terkonfirmasi positif di Gunungkidul tambah 28 kasus baru terkonfirmasi positif. Untuk kasus sembuh 40 kasus.

Secara keseluruhan, kasus terkonfirmasi 949 kasus, kasus sembuh 640, untuk kasus terkonfirmasi positif dalam perawatan atau isolasi mandiri masih ada 276 kasus. Meninggal terkonfirmasi positif ada 33 kasus.  



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Demokrat Jambi Ancam Pecat Kader yang Terlibat GPK-PD, 2 Anggota Terindikasi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

[POPULER NUSANTARA] Mantan Bupati Jember Faida Diperiksa Kejari | Warga Suriname Cari Keluarganya di Sleman

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X