Kabupaten Bogor Siapkan 121 Lokasi Vaksinasi Covid-19, Tahap Awal Dimulai 14 Januari

Kompas.com - 05/01/2021, 19:42 WIB
Ilustrasi vaksin, vaksin virus corona, vaksin Covid-19 SHUTTERSTOCK/CHINNAPONGIlustrasi vaksin, vaksin virus corona, vaksin Covid-19

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sudah menyiapkan 121 pos pelayanan kesehatan (Yankes) sebagai penunjang fasilitas lokasi vaksinasi Covid-19.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Irwan Purnawan mengatakan bahwa pos yankes itu terdiri dari rumah sakit, puskemas, dan tempat klinik.

"121 itu pos yankes lokasi vaksin Covid-19 di tiap kecamatan yang telah dientri. Jadi ada 101 Puskesmas, 7 klinik, 4 RSUD, 7 RS swasta, 1 RS Paru dan 1 RSAU Dr M Hassan Toto," kata Irwan saat ditemui  usai rapat koordinasi kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual, di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (5/1/2021).

Baca juga: 2.300 Nakes RSUP M Djamil Padang Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin Sinovac

Kendati demikian, pihaknya masih menunggu kepastian berapa banyak vaksin Sinovac asal Cina yang akan diterima oleh Kabupaten Bogor dari pemerintah pusat. 

Yang jelas, kata dia, untuk gelombang pertama akan didistribusikan sebanyak 10.185 jatah vaksin.

Adapun vaksin tersebut akan terlebih dahulu diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) pada 14 sampai 22 Januari 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita dapat 10.185 jatah vaksin, nanti peruntukannya untuk tenaga kesehatan, TNI/Polri, ASN, kemudian masyarakat. Itu untuk gelombang 1," ujarnya.

"Awalnya kita ngajuin 1,2 juta vaksin, ya itu semoga dikabulkan karena bertahap turunnya, ini 10.000 dulu," imbuh dia.

Baca juga: Per 14 Januari, 14.604 Tenaga Kesehatan Palembang Disuntik Vaksin Covid-19

 

Gelombang 1, vaksinasi pada 14 Januari

Untuk vaksinasi gelombang pertama itu, akan dimulai pada 14 Januari 2021 dengan sasaran pertama ialah tenaga kesehatan, TNI/Polri, ASN, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa penerima vaksin akan diinformasikan waktu pelaksanaan dan lokasinya melalui short message service (SMS).

Kemudian, katanya, penerima SMS tadi harus mengisi formulir yang sudah terlampir.

Irwan menambahkan, penerima vaksin itu tidak harus menjadi peserta BPJS Kesehatan secara aktif.

"Apakah yang tidak punya BPJS juga dapat. Ya tetap dapat yang penting dia punya nomor NIK KTP itu saja," jelas dia.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mendapat jatah 10.185 vaksin Covid-19 untuk gelombang pertama vaksinasi pada tanggal 14 sampai 22 Januari 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.