Alumninya Meninggal di Kapal Penangkap Ikan Taiwan, Kepsek SMK: Kami Tidak Rekomendasikan Kerja di Sana

Kompas.com - 05/01/2021, 14:22 WIB
Sunakip (tengah) bersama dua Orang lainnya Edi Susanto (Jaket Hijau) dan Udiantoro (Tinggi). Mereka bertiga Warga Temuireng 2, Girisuko, Panggang, Gunungkidul Dokumentasi Dukuh TemuirengSunakip (tengah) bersama dua Orang lainnya Edi Susanto (Jaket Hijau) dan Udiantoro (Tinggi). Mereka bertiga Warga Temuireng 2, Girisuko, Panggang, Gunungkidul
Editor Khairina

KOMPAS.com- Seorang pekerja kapal penangkap ikan di Taiwan, Sunakip (26) Warga Padukuhan Temuireng 2, Kalurahan Girisuko, Panggang, Gunungkidul, Yogyakarta, meninggal dunia.

Sunakip yang sudah 16 bulan bekerja di Taiwan itu dikabarkan meninggal karena sakit.

Dari kabar yang dia terima, Selasa ini korban akan diotopsi oleh rumah sakit dan kepolisian di sana.

"Mereka yang di Taiwan belum bisa menyatakan kematian. Sakit dibawa ke rumah sakit tidak tertolong. Nanti setelah autopsi akan diberitahukan penyebab kematiannya," kata Dukuh Temuireng 2 Arif Apriyanto saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon Selasa (5/1/2021).

Baca juga: 16 Bulan Bekerja di Kapal Ikan di Taiwan, Pemuda Gunungkidul Meninggal

Kepala Sekolah SMK N 1 Tanjungsari Muhammad Ikhsanudin mengakui Sunakip adalah alumni SMK N 1 Tanjungsari.

Namun demikian, pihaknya tidak mengetahui keberangkatan korban ke Taiwan. Sebab, sejak beberapa tahun terakhir ini tidak merekomendasikan untuk alumninya bekerja di kapal penangkap ikan di Taiwan.

"Kami saja baru menelusuri, menurut teman-teman nya iya. Belum menelusuri penyebabnya apa (meninggalnya)," kata Ikhsan.

Menurut Ikhsanudin, pihaknya tidak merekomendasikan ke Taiwan karena adanya informasi tentang buruknya pekerja di sana.

Pihaknya juga tidak bekerja sama dengan penyalur tenaga kerja ke Taiwan yang memberangkatkan korban.

"Kami menelusuri, itukan kami mem-blacklist untuk Taiwan. Kami tidak merekomendasikan untuk ke sana. Ini berangkatnya dari sana," ucap dia.

Baca juga: Kapal Penangkap Ikan Terbakar, Dua ABK Terperangkap Api dan Tewas

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X