Selama Pandemi Covid-19, Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum di Jateng Meningkat 10 Persen

Kompas.com - 04/01/2021, 22:39 WIB
Ilustrasi kekerasan anak. SHUTTERSTOCKIlustrasi kekerasan anak.

SEMARANG, KOMPAS.com- Selama pandemi Covid-19 merebak, kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH) meningkat di Jawa Tengah.

Hal tersebut terungkap dalam diskusi online bertajuk Obrolan Santai–Catatan Akhir Tahun Program Kemanusian Respons Covid-19 Bidang Perlindungan Anak yang digelar Yayasan Setara dengan Unicef.

Tenaga pembimbing kemasyarakatan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Cilacap, Jawa Tengah, Rizky Rahayu Setyawan mengatakan, jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19, jumlah anak yang berhadapan dengan hukum meningkat 10 persen.

Baca juga: Peranan Psikolog Disebut Penting dalam Perlindungan Anak Berhadapan dengan Hukum

Menurutnya, kebosanan anak selama pembelajaran secara daring atau online dinilai sebagai salah satu faktor penyebab meningkatnya kasus anak yang terlibat dengan hukum.

“Ada yang bosan berada di rumah. Mereka kemudian berkumpul dengan teman-temannya. Ada yang terjerumus pencurian karena disuruh orang yang lebih dewasa. Namun, mayoritas merupakan tindak asusila. Agar anak tidak bosan di rumah selama belajar daring adalah kewajiban orangtua agar tidak terjerumus ke pergaulan yang negatif,” jelas Rizky, Senin (4/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rizky mengungkapkan, perlu adanya perlindungan terhadap anak yang terjerumus kasus hukum agar kembali menjadi baik.

Namun, bagi yang sudah punya bakat dan niat, hukuman justru makin menambah mereka menjadi lebih profesional.

Baca juga: Kasus Anak Berhadapan dengan Hukum Tertinggi, Didominasi Kejahatan Seksual

Berdasarkan data dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten, hingga akhir tahun 2020, tercatat ada 80 anak yang berhadapan dengan hukum.

"Banyak orang tua yang menyampaikan keluhan kepada kami sejak pandemi Covid-19 mulai. Ketika sekolah harus daring, anak-anak harus di rumah saja. Ternyata, anak sulit membiasakan diri mengenakan masker. Mereka juga bermain di lapangan dan belum terbiasa menjaga jarak dan mencuci tangan,” ujar Gotik dari LPA Klaten.

Manajer Program Yayasan Setara Yuli Sulistyanto, menambahkan pihaknya membentuk program untuk memperkuat keterampilan anak agar terhindar dari kasus hukum.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X