Seorang Petani Karet Temukan Mortir Saat Membersihkan Lahan, Diduga Sisa Perang Dunia II

Kompas.com - 03/01/2021, 15:08 WIB
Mortir yang diduga peninggalan perang Dunia ke II ditemukan salah seorang petani karet di Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel. IstimewaMortir yang diduga peninggalan perang Dunia ke II ditemukan salah seorang petani karet di Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel.

PELAIHARI, KOMPAS.com - Basri, seorang petani karet di Desa Ambungan, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel), menemukan mortir yang diduga sisa peninggalan Perang Dunia II.

Basri menemukan mortir tersebut saat tengah membersihkan kebun karetnya di perbukitan Desa Ambungan.

Awalnya, Basri sempat ketakutan dan memilih tidak menyentuh benda berbahaya tersebut.

Ia pulang ke rumah dan menceritakan kepada tetangganya.

"Saya kemudian melihat apa yang terbentur, ternyata berbentuk mortir. Karena hari hampir gelap, saya membiarkan benda itu dan pulang ke rumah," tutur Basri dalam keterangan yang diterima, Minggu (3/1/2021).

Baca juga: Din Syamsuddin Menikah dengan Cucu Pendiri Pondok Gontor di Ponorogo, Prosesi Digelar Tertutup

Keesokan harinya, Basri bersama seorang tetangganya mendatangi benda yang diduga mortir itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Setelah menggali beberapa centimeter, mereka memastikan jika benda yang ditemukan merupakan mortir.

"Setelah yakin benda itu berupa mortir, saya kemudian memfoto dan melapor ke pihak berwajib," jelas Basri.

Mendapatkan laporan adanya temuan benda yang diduga mortir, Polres Tanah Laut langsung berkoordinasi dengan tim Jihandak Brimob Polda Kalsel.

 

Di lokasi penemuan, tim Jihandak mensterilkan lokasi dengan memasang garis polisi.

Tak lama, mortir dibawa ke daerah yang tak jauh dari lokasi penemuan untuk diledakkan.

"Setelah mendapat laporan, kami langsung hubungi Brimob Polda Kalsel, mortirnya langsung diledakkan hari itu juga," ungkap Kabag Ops Polres Tanah Laut, Kompol Novy Adi Wibowo.

Baca juga: Seorang Warga Kendari Temukan Mortir yang Masih Aktif

Novi tak bisa memastikan asal mortir tersebut. Tetapi, ia menduga mortir itu merupakan peninggalan Perang Dunia II.

"Kemungkinan peninggalan perang Dunia ke II," tambahnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati selama beraktivitas di lahan atau kebun karena kemungkinan masih ada sisa mortir yang belum ditemukan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X